Sebar Rudal di Korsel, Korut Sebut AS Sembrono

Rabu, 14 Agustus 2019 - 20:31 WIB
Sebar Rudal di Korsel,...
Sebar Rudal di Korsel, Korut Sebut AS Sembrono
A A A
SEOUL - Setiap langkah Amerika Serikat (AS) untuk menempatkan rudal jarak menengah baru yang diluncurkan di Korea Selatan (Korsel) dapat memicu "Perang Dingin baru" dan perlombaan senjata yang meningkat di kawasan itu. Demikian pernyataan yang dikeluarkan media Korea Utara (Korut).

Menteri Pertahanan AS Mark Esper bulan ini mengatakan dia mendukung penempatan rudal jarak menengah yang diluncurkan di Asia. Esper mengatakan hal itu sehari setelah AS mundur dari perjanjian Pasukan Nuklir Menengah (INF) dengan Rusia. (Baca juga: Bos Pentagon Ingin Tempatkan Rudal AS di Asia )

"AS menunjukkan bahwa pihaknya sedang memeriksa rencana untuk menempatkan rudal jarak menengah darat-ke-darat di kawasan Asia dan Korea Selatan telah dipilih sebagai tempat untuk penempatan," kata kantor berita Korut, KCNA.

"Ini adalah tindakan sembrono untuk meningkatkan ketegangan regional, tindakan yang dapat memicu Perang Dingin dan perlombaan senjata baru di kawasan Timur Jauh untuk mengerahkan senjata ofensif baru di Korea Selatan," katanya dalam sebuah komentar seperti dikutip dari Reuters, Rabu (14/8/2019).

Pernyataan KCNA juga mengkritik langkah-langkah terbaru untuk meningkatkan situs militer di Korsel yang menjadi tuan rumah sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) AS, yang dirancang untuk mencegat rudal balistik.

"Adalah fakta sulit bahwa penyebaran THAAD berdasarkan strategi AS untuk mengandung kekuatan besar dan memegang supremasi di Asia Timur Laut, bukan yang untuk 'melindungi' Korea Selatan dari 'ancaman' seseorang," kata KCNA.

Terkait penyebaran rudal AS, Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan belum ada diskusi tentang penempatan rudal jarak menengah Amerika di negara itu, dan tidak ada rencana untuk mempertimbangkan gagasan itu.

Militer Korut telah meluncurkan serangkaian rudal dalam beberapa pekan terakhir untuk memprotes apa yang dilihatnya sebagai peningkatan militer di Korsel, serta latihan militer gabungan oleh pasukan Korsel dan AS yang ditempatkan di Semenanjung Korea.

Peluncuran ini memperumit upaya untuk memulai kembali perundingan antara AS dan negosiator Korut tentang masa depan program senjata nuklir dan rudal balistik negara itu, yang mendorong sanksi oleh Dewan Keamanan PBB.
(ian)
Berita Terkait
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Korea Utara Bersiap...
Korea Utara Bersiap Ledakkan Jalan-jalan Menuju Korea Selatan
AS Bersumpah Bela Korea...
AS Bersumpah Bela Korea Selatan Jika Terjadi Agresi Korea Utara
Anaknya Ditahan Korut,...
Anaknya Ditahan Korut, Ini Curhat Ibu Tentara AS
Berita Terkini
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
22 menit yang lalu
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
57 menit yang lalu
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
1 jam yang lalu
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
2 jam yang lalu
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
3 jam yang lalu
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
12 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved