IRGC: Iran Dapat Rampas Kapal Apa Saja, Kapan Saja di Teluk

Senin, 12 Agustus 2019 - 18:56 WIB
IRGC: Iran Dapat Rampas...
IRGC: Iran Dapat Rampas Kapal Apa Saja, Kapan Saja di Teluk
A A A
TEHERAN - Seorang komandan senior Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan otoritas Iran dapat merampas kapal apa saja dan kapan saja di Teluk Persia. Bahkan, perampasan kapal asing bisa dilakukan meski mendapat pengawalan pasukan Amerika Serikat (AS) atau pun Inggris.

Komandan Angkatan Laut IRGC Iran, Laksamana Muda Alireza Tangsiri, membuat klaim tersebut dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Al-Mayadeen, yang dikutip Al Arabiya, Senin (12/8/2019).

Tangsiri telah dijatuhi sanksi oleh AS pada 24 Juni bersama dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan tujuh komandan IRGC lainnya.

Sanksi itu dijatuhkan di bawah Perintah Eksekutif 13876 sebagai tanggapan atas penembakan pesawat nirawak mata-mata canggih AS, RQ-4 Global Hawk, pada 20 Juni lalu. Selain itu, mereka yang dijatuhi sanksi dianggap mempromosikan terorisme jangka panjang di wilayah Timur Tengah.

Tangsiri juga memperingatkan tentang kemungkinan kehadiran Israel di Teluk. Menurutnya, kehadiran pasukan Israel di Teluk tidak sah dan dapat menyebabkan perang di wilayah tersebut.

Angkatan Laut IRGC, kata Tangsiri, bertanggung jawab untuk memastikan keamanan Selat Hormuz dan Teluk. Dia menambahkan bahwa pengamanan wilayah itu tidak perlu pasukan asing.

Menurutnya, Iran akan memastikan keamanan Selat Hormuz selama Teheran mampu mengekspor minyak. Dia mengkritik kehadiran pasukan AS dan Inggris karena merancang "berbagai skenario" di wilayah itu untuk melegitimasi keberadaan mereka di Teluk.

Dia juga menuduh AS menargetkan kapal-kapal tanker minyak di dekat perairan Iran dan menyalahkan Iran atas serangan itu. Iran telah menangkap tiga kapal tanker di perairan Teluk Persia sejak bulan lalu, termasuk kapal kapal tanker minyak berbendera Inggris, Stena Impero.

AS dan Inggris telah mengumumkan pembentukan misi keamanan maritim internasional untuk melindungi kapal-kapal dagang di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Namun, sejumlah negara sekutu AS seperti Jerman dan Jepang enggan bergabung dalam koalisi maritim itu.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Rouhani: AS Tak Bisa...
Rouhani: AS Tak Bisa Melakukan Negosiasi atau Perang pada Iran
Iran Tembakkan Rudal...
Iran Tembakkan Rudal Jelajah Buatan Sendiri dalam Latihan Perang
Latihan Perang, Iran...
Latihan Perang, Iran Sesumbar Siap Lawan AS dan Israel Sekaligus
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Berita Terkini
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
49 menit yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
1 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
3 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
4 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
5 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved