Kapal Induk AS Bawa 70 Jet Tempur Mampir Filipina, Pesan buat China

Senin, 12 Agustus 2019 - 09:38 WIB
Kapal Induk AS Bawa...
Kapal Induk AS Bawa 70 Jet Tempur Mampir Filipina, Pesan buat China
A A A
MANILA - Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS) , USS Ronald Reagan, berlabuh di Teluk Manila sejak pekan lalu. Kehadiran kapal raksasa dengan 70 jet tempur dan 5.000 awak ini menjadi pesan bagi China untuk membiarkan Laut China Selatan bebas dan terbuka.

Dengan moto "perdamaian melalui kekuatan", kapal kelas Nimitz tersebut menjai salah satu yang terbesar di armada Angkatan Laut AS. Grup tempur dari USS Ronald Reagan ini mencakup kapal perang USS Antietam dan USS Chancellorsville.

Sebelum berlabuh di Manila, kapal tempur raksasa tersebut telah berlayar melewati wilayah Laut China Selatan yang disengketakan.

Ketegangan meningkat di jalur pelayaran vital tersebut karena meningkatnya ketegasan Beijing di wilayah perairan yang diklaim China dan negara-negara Asia Tenggara termasuk Filipina dan Vietnam. Hal itu menjadikan wilayah Laut China Selatan sebagai titik nyala bagi potensi konflik.

"Keindahan dari kapal induk ini adalah memberikan banyak keamanan dan stabilitas di wilayah ini," kata Laksamana Muda Karl Thomas, Komandan Gugus Tugas 70 AS, kepada wartawan di atas kapal induk tersebut pekan lalu.

"Ini memungkinkan kami untuk pergi ke sana dan mengatur lingkungan agar perselisihan ini dapat diselesaikan dengan cara damai dan itulah tujuan kami, yang memungkinkan orang-orang kami untuk berlayar dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan," katanya, dikutip dari Nikkei Asian Review, Senin (12/8/2019).

Tapi perselisihan terus berkobar. Vietnam mengatakan pada hari Kamis lalu bahwa kapal survei China telah meninggalkan zona ekonomi eksklusif (ZEE)-nya setelah perselisihan selama sebulan dengan kapal-kapal Vietnam. Pada bulan Juni, kapal China yang lebih besar menenggelamkan kapal nelayan Filipina di wilayah Reed Bank, yang berada di dalam ZEE Filipina.

China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, termasuk wilayah yang dikatakan Manila dan Hanoi adalah bagian dari ZEE mereka masing-masing. Menurut laporan Pentagon, Beijing telah membangun pulau-pulau buatan di wilayah sengketa dalam beberapa tahun terakhir, dengan beberapa di antaranya dilengkapi dengan rudal jelajah anti-kapal dan rudal jarak jauh darat-ke-udara.

Direktur Inisiatif Transparansi Maritim Asia Gregory Poling yang bermarkas di Washington mengatatkan kunjungan teratur kapal-kapal Angkatan Laut AS seperti USS Ronald Reagan membantu mengendalikan tindakan China.

"Mereka juga memberikan peluang bagi aset Angkatan Laut AS untuk beroperasi secara teratur di Laut China Selatan, yang membantu dalam menegaskan ketidakpatuhan dengan upaya China untuk membatasi kebebasan laut di sana," katanya.

Kapal USS Ronald Reagan berlabuh di Teluk Manila ketika Beijing dan Washington sedang berebut dominasi regional di bidang perdagangan, teknologi dan keamanan. Pekan lalu, AS menyebut China sebagai "manipulator mata uang". Menteri Pertahanan AS Mark Esper ketika berkunjung ke Asustralia menuduh China membuat kawasan tidak stabil.

Terlepas dari berlabuhnya kapal induk tersebut, AS dan sekutunya telah secara rutin melakukan "Operasi Kebebasan Navigasi" di Laut China Selatan. Langkah seperti itu kerap membuat China marah.

Di sela-sela Forum Regional ASEAN baru-baru ini di Bangkok, Menteri Luar Negeri China Wang Yi diam-diam menunjuk ke arah AS, dengan mengatakan bahwa pihak-pihak "non-regional" tidak boleh ikut campur dalam sengketa Laut China Selatan.

Ditanya tentang komentar Wang, Thomas mengatakan; "AS adalah negara Pasifik sama seperti negara mana pun di wilayah ini, kami memiliki banyak teman, mitra dan sekutu...Kami memiliki kepentingan pribadi (dan) nasional menarik bahwa ruang maritim itu bebas dan terbuka. "

Para pejabat Angkatan Laut AS menolak untuk mengatakan berapa lama kapal USS Ronald Reagan akan tinggal di Teluk Manila atau ke mana tujuan pelayaran selanjutnya.
(mas)
Berita Terkait
AS Kirim Dua Kapal Induk...
AS Kirim Dua Kapal Induk dan Kapal Perang ke LCS
Militer China Usir Kapal...
Militer China Usir Kapal Perang AS dari Wilayah Sengketa Laut China Selatan
Dua Kapal Induk AS Bermanuver...
Dua Kapal Induk AS Bermanuver di Laut Filipina, Waswas Konflik dengan China
Kapal Perang China Hendak...
Kapal Perang China Hendak Tembaki Kapal Filipina di Laut China Selatan
Militer China Menguntit...
Militer China Menguntit Kapal Perang AS di Laut China Selatan
Kapal China Tembakkan...
Kapal China Tembakkan Meriam Air ke Kapal Filipina, AS Siap Pasang Badan
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
31 menit yang lalu
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
1 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
2 jam yang lalu
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
3 jam yang lalu
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
4 jam yang lalu
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
5 jam yang lalu
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved