Presiden Taiwan Desak Warganya Waspadai Infiltrasi China via Media

Minggu, 11 Agustus 2019 - 02:18 WIB
Presiden Taiwan Desak...
Presiden Taiwan Desak Warganya Waspadai Infiltrasi China via Media
A A A
TAIPEI - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mendesak warganya untuk tetap waspada terhadap infiltrasi China melalui media-media Taipei yang didanai Beijing.

Desakan itu muncul setelah sebuah laporan Reuters mengungkap kampanye media yang didukung Beijing di Taiwan, pulau yang dianggap China sebagai miliknya.

Tsai mengatakan pada hari Sabtu (10/8/2019) bahwa laporan Reuters mengonfirmasi kekhawatiran yang meningkat atas upaya China untuk memengaruhi liputan pers di pulau tersebut.

"Cerita sampai batas tertentu menegaskan bahwa kekhawatiran ini tidak berdasar," kata Tsai kepada wartawan di selatan kota Kaohsiung. "Infiltrasi China di Taiwan sebenarnya ada di mana-mana dan kami berharap semua warga negara tetap waspada terhadap infiltrasi seperti itu, yang termasuk berita palsu," ujar Tsai.

Laporan itu mengutip bukti bahwa pihak berwenang China telah membayar setidaknya lima kelompok media Taiwan untuk liputan di berbagai publikasi dan kepada saluran televisi untuk kampanye guna memengaruhi sentimen rakyat di pulau itu.

Kantor Urusan Taiwan, yang bertanggung jawab untuk mengawasi kebijakan China terhadap Taiwan, tidak menanggapi permintaan komentar atas laporan Reuters.

Dalam sebuah pernyataan Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa, Tsai mengatakan akan menyelidiki masalah yang diangkat dalam laporan itu.

"Partai serius mendesak pemerintah Komunis di Beijing untuk tidak mengabaikan tekad rakyat Taiwan untuk mempertahankan demokrasi dan kebebasan," bunyi pernyataan DPP.

Kampanye Beijing terjadi pada saat meningkatnya kekhawatiran terhadap pengaruh China menjelang pemilihan presiden 2020 di Taiwan.

Pada Juni, puluhan ribu orang berunjuk rasa untuk menyerukan peraturan "media merah", media yang menurut demonstran telah menjalankan liputan yang menguntungkan dari calon presiden yang bersahabat dengan China sebelum pemilihan umum pada Januari.

Mengomentari laporan Reuters, Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu menulis di Twitter bahwa laporan tersebut telah mengungkap upaya China untuk memengaruhi opini publik di Taiwan.

"Orang-orang harus bersatu di sekitar bendera, tidak mendengarkan nabi palsu yang menerima uang kotor dan berkhotbah membungkuk ke Beijing dan menolak AS," tulis Wu.

Hubungan antara Beijing dan Taipei menjadi lebih tegang sejak Tsai mulai menjabat sebagai presiden pada 2016. Beijing mencurigainya mendorong kemerdekaan resmi pulau itu dan telah berusaha untuk menegaskan kedaulatannya dengan berbagai langkah termasuk latihan militer.
(mas)
Berita Terkait
Latihan Militer China...
Latihan Militer China di Dekat Taiwan Bidik Penonton Amerika Serikat
China Tuntut AS Akhiri...
China Tuntut AS Akhiri Operasi Militer Dekat Perbatasannya
35 Pesawat Militer China...
35 Pesawat Militer China Gertak Taiwan Jelang Pilpres Amerika Serikat
Legislator AS Sambangi...
Legislator AS Sambangi Taiwan di Tengah Latihan Militer China
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Taiwan Dapat Bantuan...
Taiwan Dapat Bantuan Militer dari AS, China Bilang 'Gak Ngaruh
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
5 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
6 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
7 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
8 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
9 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
10 jam yang lalu
Infografis
Xi Mingze: Jejak Senyap...
Xi Mingze: Jejak Senyap Putri Tunggal Presiden China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved