Bomber Bunuh Diri Tewaskan Wali Kota Mogadishu Ternyata Wanita Buta

Jum'at, 09 Agustus 2019 - 22:33 WIB
Bomber Bunuh Diri Tewaskan...
Bomber Bunuh Diri Tewaskan Wali Kota Mogadishu Ternyata Wanita Buta
A A A
MOGADISHU - Pelaku bom bunuh diri yang menewaskan wali kota Mogadishu, Somalia, dan enam orang lainnya bulan lalu adalah seorang wanita buta, yang bekerja di pemerintah kota setempat. Wanita itu diduga dimanfaatkan kelompok al-Shabaab.

Kementerian Keamanan Somalia pada hari Jumat (9/8/2019) mengatakan pegawai buta itu beraksi dengan bantuan seorang rekan kerjanya.

Kelompok al-Shabaab yang berafiliasi dengan al-Qaeda dan berambisi menggulingkan pemerintah Somalia yang didukung PBB telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri pada 24 Juli lalu di ibu kota Somalia, Mogadishu.

Wali Kota Mogadishu, Abdirahman Omar Osman, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Partai Buruh di London, meninggal karena luka-lukanya seminggu setelah serangan itu. Dia meninggal ketika dirawat di sebuah rumah sakit di Qatar.

"Temuan awal menunjukkan seorang wanita yang bekerja di pemerintah daerah meledakkan dirinya dengan bantuan wanita lain, yang juga bekerja di pemerintah setempat," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters.

Kasus ini diduga penggunaan pertama al-Shabaab terhadap orang berkebutuhan khusus sebagai pengebom bunuh diri. Kementerian tersebut mengatakan pengebom menggunakan kebutaannya untuk melewati pemeriksaan keamanan dan mencapai kantor wali kota.

Keberadaan rekan kerja yang membantu aksi wanita buta itu belum diketahui. Masuh menurut kementerian tersebut, sebelum pengeboman, kedua wanita itu pergi dari tempat kerjanya dan mengunjungi wilayah Somalia yang dikuasai oleh kelompok al-Shabaab.

"Pengebom wanita itu cacat (buta). Dia menyalahgunakan kesempatan dan bertindak bermusuhan terhadap atasan dan orang-orang yang bekerja dengannya," imbuh pernyataan kementerian tersebut.

Osman melarikan diri sebagai pengungsi ke Inggris setelah perang saudara pecah di Somalia pada tahun 1991. Selama di Inggris, dia memperoleh gelar master, menjadi warga negara yang dinaturalisasi dan bekerja di departemen perumahan di wilayah Ealing di London.

Dia kemudian kembali ke Somalia untuk membantu membangun kembali tanah kelahirannya yang hancur karena perang di Tanduk Afrika.
(mas)
Berita Terkait
Somalia Perintahkan...
Somalia Perintahkan Media Tidak Publikasikan Propaganda Al-Shabaab
Pasukan Somalia Rebut...
Pasukan Somalia Rebut Kembali Kota Kunci dari Kelompok Al-Shabaab
Bom Bunuh Diri di Mogadishu,...
Bom Bunuh Diri di Mogadishu, Tewaskan Sedikitnya 32 Orang
Pasukan Afghanistan...
Pasukan Afghanistan Habisi Pemimpin Senior Al-Qaeda
AS Tawarkan Imbalan...
AS Tawarkan Imbalan Rp58 M untuk Petinggi Al-Qaeda
Laporan PBB Sebut Pemimpin...
Laporan PBB Sebut Pemimpin Al-Qaeda di Yaman Telah Ditahan
Berita Terkini
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
14 menit yang lalu
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
1 jam yang lalu
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
2 jam yang lalu
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
3 jam yang lalu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
3 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved