Bawa Bayi, Legislator Kenya Diusir Keluar Parlemen

Kamis, 08 Agustus 2019 - 09:41 WIB
Bawa Bayi, Legislator...
Bawa Bayi, Legislator Kenya Diusir Keluar Parlemen
A A A
NAIROBI - Seorang perempuan anggota Parlemen Kenya di usir keluar setelah berjalan ke ruang sidang dengan bayinya yang berusia lima bulan.

Zuleikha Hassan datang ke parlemen dengan anak bungsunya untuk bekerja setelah tidak mendapatkan pengasuh. Dalam perjalanan, ia dihentikan seorang penjaga keamanan saat membawa bayinya ke parlemen di Ibu Kota Nairobi. Namun ia bersikeras untuk masuk ke Gedung Parlemen bersama anaknya .

Menurut aturan anak-anak dilarang masuk ke gedung parlemen Kenya.

Sebuah video menunjukkan penjaga keamanan berkumpul di sekitar anggota parlemen itu saat dia menggendong bayinya. Sementara Wakil Ketua Parlemen Kenya Christoper Omulele berulang kali memerintahkannya keluar dari ruang sidang.

"Yang Terhormat Zuleikha yang baik hati harap keluar dengan sopan. Yang Terhormat Zuleikha Anda tidak berhak berada di tempat ini," seperti dikutip dari CNN, Kamis (8/8/2019).

Hassan mengatakan ia tahu akan dikeluarkan tetapi dirinya harus menghadiri sesi sidang tersebut.

"Aku hanya lelah. Maksudku, para wanita muda di seluruh negeri menghadapi situasi yang lebih buruk. Mereka tidak mampu membayar pengasuh, dan mereka harus memutuskan apakah mereka harus menyusui anak mereka atau pergi bekerja," kata Hassan kepada CNN.

Dia mengatakan Parlemen tidak memiliki pusat penitipan anak, meskipun telah berjanji untuk menyediakannya pada tahun 2013.

"Perusahaan swasta memiliki ketentuan seperti itu, tetapi sebagai badan pembuat undang-undang tertinggi di negara ini, kita sesungguhnya harus menjadi contoh," tegas Hassan.

Meskipun ada keberatan dari anggota parlemen, Hassan mengatakan banyak orang mendukungnya ketika dia diusir dari parlemen.

Anggota parlemen itu lantas mengatakan insiden tersebut adalah pengingat bagi pemerintah dan sektor publik untuk menyediakan ruang kerja yang ramah keluarga bagi para ibu.

"Kami berusaha mendorong lebih banyak wanita untuk terjun ke dunia politik, masuk ke ruang kerja, keluar dan membantu perekonomian dengan cara lain, jadi kami harus mendukung mereka," tukas Hassan.
(ian)
Berita Terkait
Banjir Landa Kenya di...
Banjir Landa Kenya di Tengah Pandemi Corona, 194 Tewas
Gadis 12 Tahun di Kenya...
Gadis 12 Tahun di Kenya Menikah dengan 2 Pria dalam Sebulan
Somalia Putuskan Hubungan...
Somalia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Kenya
Pasukan Somalia-Kenya...
Pasukan Somalia-Kenya Baku Tembak di Perbatasan
Resahkan Warga dan Tidak...
Resahkan Warga dan Tidak Punya Dokumen Keimigrasian, 4 WNA asal Kenya Dideportasi
Perkuat Hubungan RI-Afrika,...
Perkuat Hubungan RI-Afrika, Ekspedisi Kurban BMH Sambangi Kenya
Berita Terkini
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
25 menit yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
1 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
2 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
2 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
3 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
4 jam yang lalu
Infografis
Muhammad Jadi Nama Terpopuler...
Muhammad Jadi Nama Terpopuler untuk Bayi Lelaki di Inggris Raya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved