Trump Desak Parlemen Keluarkan UU Terkait Pembelian Senjata
Selasa, 06 Agustus 2019 - 03:08 WIB
Trump Desak Parlemen Keluarkan UU Terkait Pembelian Senjata
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump meminta anggota parlemen untuk mengeluarkan undang-undang yang mensyaratkan pemeriksaan latar belakang yang kuat untuk pembelian senjata api. Permintaan ini datang setelah dua aksi penembakan yang terjadi di dua negara bagian AS pada akhir pekan lalu.
Trump mengatakan, kematian para korban tidak akan sia-sia dan meminta kedua partai politik untuk mengambil langkah-langkah untuk dapat dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut untuk para pembeli senjata.
"Kita tidak bisa membiarkan mereka yang terbunuh di El Paso, Texas, dan Dayton, Ohio, mati sia-sia. Demikian juga bagi mereka yang terluka parah. Kita tidak pernah bisa melupakan mereka, dan banyak orang yang datang sebelum mereka," kata Trump.
"Partai Republik dan Demokrat harus bersatu dan mendapatkan pemeriksaan latar belakang yang kuat, mungkin mengawinkan legislasi ini dengan reformasi imigrasi yang sangat dibutuhkan. Kita harus memiliki sesuatu yang baik, jika bukan hebat, keluar dari dua peristiwa tragis ini!" sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (6/8).

Dua aksi penembakan terjadi di dua negara bagian AS selama akhir pekan. Dua penembakan itu menewaskan setidaknya 29 orang dan melukai puluhan orang lainnya.
Penembakan pertama terjadi di El Paso pada Sabtu, di mana pelaku, yang diketahui bernama Patrick Crusius, menyerbu orang-orang Walmart setempat. Dia menembaki orang-orang di tempat parkir dan di dalam toko. Setidaknya 20 orang tewas dan 26 orang lainnya luka-luka.
Pada hari yang sama dan hanya berselang 13 jam, penembakan massal terjadi di Dayton, Ohio. Penembakan yang dilakukan oleh Connor Betts itu menewaskan sembilan orang. Pelaku sendiri ditembak mati oleh petugas polisi.
Trump mengatakan, kematian para korban tidak akan sia-sia dan meminta kedua partai politik untuk mengambil langkah-langkah untuk dapat dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut untuk para pembeli senjata.
"Kita tidak bisa membiarkan mereka yang terbunuh di El Paso, Texas, dan Dayton, Ohio, mati sia-sia. Demikian juga bagi mereka yang terluka parah. Kita tidak pernah bisa melupakan mereka, dan banyak orang yang datang sebelum mereka," kata Trump.
"Partai Republik dan Demokrat harus bersatu dan mendapatkan pemeriksaan latar belakang yang kuat, mungkin mengawinkan legislasi ini dengan reformasi imigrasi yang sangat dibutuhkan. Kita harus memiliki sesuatu yang baik, jika bukan hebat, keluar dari dua peristiwa tragis ini!" sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (6/8).
Dua aksi penembakan terjadi di dua negara bagian AS selama akhir pekan. Dua penembakan itu menewaskan setidaknya 29 orang dan melukai puluhan orang lainnya.
Penembakan pertama terjadi di El Paso pada Sabtu, di mana pelaku, yang diketahui bernama Patrick Crusius, menyerbu orang-orang Walmart setempat. Dia menembaki orang-orang di tempat parkir dan di dalam toko. Setidaknya 20 orang tewas dan 26 orang lainnya luka-luka.
Pada hari yang sama dan hanya berselang 13 jam, penembakan massal terjadi di Dayton, Ohio. Penembakan yang dilakukan oleh Connor Betts itu menewaskan sembilan orang. Pelaku sendiri ditembak mati oleh petugas polisi.
(esn)