Penyelundupan Narkoba ke Singapura Makin Meningkat

Jum'at, 02 Agustus 2019 - 11:54 WIB
Penyelundupan Narkoba...
Penyelundupan Narkoba ke Singapura Makin Meningkat
A A A
SINGAPURA - Penyelundupan narkoba ke Singapura meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Menteri Hukum Singapura K Shanmugam menegaskan kembali dukungannya pada hukuman mati untuk kejahatan narkoba serius. Singapura merupakan salah satu negara dengan hukuman paling keras di dunia untuk pelaku kejahatan narkoba.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) Lawyers for Liberty memperingatkan “pesta eksekusi” setelah sejumlah narapidana hukuman mati di Singapura di tolak permohonan grasinya oleh presiden bulan ini.

“Kita telah melihat peningkatan jumlah orang yang datang dari negara-negara mencoba memperdagangkan (narkoba),” papar Menteri Hukum K Shanmugam kepada Reuters. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut tentang jenis narkoba ilegal yang diselundupkan ke Singapura.

Negara itu memiliki kebijakan nol toleransi kepada pelaku perdagangan narkoba ilegal dan menerapkan hukuman penjara yang lama untuk para pengguna. Singapura telah melaksanakan hukuman gantung pada ratusan orang, termasuk puluhan warga asing, terkait kasus narkotika selama beberapa dekade terakhir.

Kelompok Lawyers for Liberty menyatakan, bulan ini sebanyak 10 narapidana di Singapura telah ditolak permohonan grasinya. “Ini menunjukkan Singapura siap untuk pesta eksekusi, bentuk tidak meng hormati norma hukum internasional, dan opini dunia terbaru,” papar pernyataan kelompok HAM itu.

Singapura juga tidak mengumumkan kepada publik tentang permohonan grasi dan keputusan terkait grasi. Singapura melaporkan 13 eksekusi pada 2018, 11 orang untuk kasus narkoba. Amnesty International menyatakan, ini tahun pertama sejak 2003 bahwa jumlah narapidana yang digantung mencapai dua digit.

Secara global, Amnesty mencatat jumlah eksekusi terendah dalam dekade terakhir pada 2018. Shanmugam menjelaskan, tingginya jumlah eksekusi tahun lalu juga karena kekosongan eksekusi selama beberapa tahun karena pemerintah meninjau ulang hukuman mati.

Dia menjelaskan, masih ada du ku ngan sangat kuat pada sikap pemerintah sekarang terkait narkoba, meski beberapa negara melonggarkan sikapnya. Di Malaysia, parlemen menggelar voting tahun lalu untuk mencabut hukuman mati sebagai hukuman wajib untuk perdagangan narkoba.

Di Thailand, ada perdebatan tentang liberalisasi hukum terkait ganja setelah ganja dilegalkan untuk penggunaan medis dan riset pada 2018. Meski demikian, Shanmugam menyatakan Singapura mengambil sikap berbeda.

“Di tempat di mana mereka melegalkan ganja, kejahatan meningkat, biaya medis dan biaya rumah sakit meningkat pesat, lebih banyak dibandingkan dolar pajak yang negara harapkan dapat diterima,” ujar dia. “Selain biaya ekonomi, biaya sosial dalam hal kehidupan dan trauma serta keluarga sangat penting,” tutur dia. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Wisata Menakjubkan di...
Wisata Menakjubkan di Sentosa Sensoryscape, Landmark Terbaru Singapura
Dubes Singapura Kwok...
Dubes Singapura Kwok Fook Seng Gelar Buka Puasa Bersama 70 Anak Yatim di Masjid Istiqlal
Singapore Dream Sudah...
Singapore Dream Sudah Mengalami Pergeseran, Apa Pemicunya?
Pemilu Singapura seperti...
Pemilu Singapura seperti Sandiwara, Hanya Melanggengkan Kekuasaan PAP
PM Singapura Akan Serahkan...
PM Singapura Akan Serahkan Kepemimpinan PAP Kepada Lawrence Wong
Politikus Muslim Ini...
Politikus Muslim Ini Ungkap Rahasia Kesuksesan Singapura
Berita Terkini
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
56 menit yang lalu
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
9 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
11 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
12 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
13 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
14 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved