Donald Trump Ancam Lepaskan 2.500 Teroris ISIS ke Eropa

Jum'at, 02 Agustus 2019 - 11:41 WIB
Donald Trump Ancam Lepaskan...
Donald Trump Ancam Lepaskan 2.500 Teroris ISIS ke Eropa
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengancam akan melepaskan 2.500 teroris ISIS ke wilayah Eropa. Ribuan tersangka teroris asal Eropa itu telah ditangkap pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Irak dan Suriah.

Presiden Amerika Serikat ini telah berulang kali menyuarakan kekecewaannya atas keengganan Uni Eropa untuk memulangkan dan menuntut para militan Islamic State asal Eropa yang ditangkap di Timur Tengah. Pada hari Kamis, Trump membuat ancaman terselubung untuk memungkinkan ratusan teroris itu pulang dan berkeliaran di negara asalnya.

"Anda akan selalu memiliki seseorang di sekitar, tetapi saat ini kami telah menangkap lebih dari 10.000—kami memiliki 2.500 petempur ISIS yang kami ingin agar diambil Eropa, karena mereka akan kembali ke Eropa, ke Prancis, ke Jerman, ke berbagai tempat," katanya kepada wartawan di halaman Gedung Putih.

"Jadi kami memiliki ribuan petempur ISIS yang kami ingin agar Eropa mengambilnya dan mari kita lihat apakah (Eropa) itu membawa mereka. Dan jika mereka tidak mengambilnya, kita mungkin harus melepaskannya," lanjut Trump, dikutip Russia Today, Jumat (2/8/2019).

Itu bukan pertama kalinya Trump menuntut Eropa mengambil kembali warganya yang pergi ke Suriah dan Irak untuk berperang untuk ISIS dan entitas teroris lainnya. Pada bulan Februari, Trump berbicara tentang 800 petempur ISIS atau kurang dari sepertiga dari jumlahnya saat ini.

Saat itu, Trump mengatakan bahwa para jihadis kemungkinan akan menembus Eropa begitu pasukan AS menarik diri setelah kekalahan "kekhalifahan" ISIS. Dia menganggap kekalahan kelompok itu semata-mata karena upaya Amerika.

Ancaman tidak disukai negara-negara Eropa. Beberapa negara terkejut dengan ancaman tersebut. Jerman, misalnya, menyatakan keprihatinan atas rencana itu dan Denmark langsung menolaknya.

Trump telah mengejutkan para jenderalnya ketika ia mengumumkan penarikan pasukan AS dari Suriah pada Desember lalu dengan alasan kehadiran 2.000 kontingen militer Amerika telah mengalahkan ISIS.

Dalam beberapa minggu setelah pengumumannya yang mendadak, Trump ragu-ragu dengan keputusannya. Dia kemudian mengatakan pada bulan Maret bahwa 400 tentara AS akan tetap di Suriah tanpa batas waktu.
(mas)
Berita Terkait
Uni Eropa Respons Ancaman...
Uni Eropa Respons Ancaman Trump Caplok Greenland
Trump Yakin Rencananya...
Trump Yakin Rencananya Caplok Greenland Tak Akan Dapat Perlawanan Kuat
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Denmark Tarik Pasukan...
Denmark Tarik Pasukan dari Suriah dan Irak, Ini Tujuannya
Trump Luncurkan Serangan...
Trump Luncurkan Serangan Skala Besar di Suriah, Targetkan ISIS
Uni Eropa Kuatkan Kemungkinan...
Uni Eropa Kuatkan Kemungkinan Donald Trump Menang Pilpres AS
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
37 menit yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
2 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
2 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
3 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
4 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
5 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved