Soal Benny Wenda, RI Sudah Sampaikan Keberatan pada Oxford

Kamis, 18 Juli 2019 - 17:48 WIB
Soal Benny Wenda, RI...
Soal Benny Wenda, RI Sudah Sampaikan Keberatan pada Oxford
A A A
JAKARTA - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesi, Teuku Faiza menuturkan, pemerintah Oxford telah lama berencana memberikan penghargaan kepada pentolan separatis Papua Barat, Benny Wenda. Indonesia, papar Faiza, telah beberapa kali menyampaikan keberatan atas rencana tersebut.

"Kita sudah menyampaikan keberatakan kepada pemerintah kota Oxford. Menyampaikan keberatan bahwa mereka tidak memiliki pemahaman yang utuh atas apa yang terjadi di Papua dan tidak memiliki pemahaman yang utuh atas sepak terjang Benny Wenda, itu sudah kita sampaikan," ucap Faiaza pada Kamis (18/7).

"Kita juga sampaikan keberatan kepada pemerintah Inggris, itu sudah kita lakukan apakah dalam konteks bilateral melalui Kedutaan Besar kita di Inggris atau dalam pertemuan Menteri Luar Negeri dan Kementerian Luar Negeri. Proses itu sudah kita lakukan," sambungnya.

Faiza menuturkan, berdasarkan proses itu Indonesia mendapatkan konfirmasi pernyataan dari pemerintah Inggris, di mana London sangat jelas bahwa posisi mereka terkait NKRI tidak berubah, terkait dukungan pada integritas Indonesia.

Sebelumnya, KBRI London menuturkan, Dewan Kota Oxord di Inggris kembali melukai perasaan rakyat Indonesia dengan memberikan penghargaan kepada Benny Wenda.

"Dengan tindakan itu, Dewan Kota Oxford kembali melukai perasaan rakyat Indonesia. Penghargaan kepada orang tersebut merupakan kelanjutan dukungan Dewan kepada gerakan Papua Merdeka setelah memberi izin pembukaan kantor Free West Papua Campaign di Oxford pada tahun 2013," kata KBRI London.

Menurut kedutaan, penghargaan tersebut diberikan kepada orang yang salah, karena orang tersebut merupakan pelaku dan pendukung penggunaan kekerasan dalam mencapai tujuan politiknya.

"KBRI London mempertanyakan dasar pemberian penghargaan tersebut kepada yang bersangkutan sebagai 'peaceful campaigner for democracy' di tengah banyaknya bukti yang mengaitkan yang bersangkutan dengan berbagai kekerasan bersenjata yang terjadi di Papua," imbuh KBRI London.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
20 menit yang lalu
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
2 jam yang lalu
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
3 jam yang lalu
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved