Pembuatan Bomber Siluman B-21 Angkatan Udara AS Dimulai

Kamis, 18 Juli 2019 - 05:44 WIB
Pembuatan Bomber Siluman...
Pembuatan Bomber Siluman B-21 Angkatan Udara AS Dimulai
A A A
WASHINGTON - Kontraktor pertahanan, Northrop Grumman, telah memulai pembuatan bomber siluman Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) generasi berikutnya, B-21 Raider. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal David Goldfein dalam audiensi di Institut Mitchell untuk Studi Aerospace pada 9 Juli lalu.

“Kami memantau dengan seksama pembuatan pesawat uji tambahan dan perangkat lunak terkait untuk mendukung penerbangan pertama,” kata Goldfein, seperti dikutip Sputnik dari Warrior Maven, Kamis (18/7/2019).

Bomber B-21 akan menggantikan bomber B-2 Spirit yang menua. B-2 merupakan bomber siluman pertama yang diluncurkan pada tahun 1989 dan mulai beroperasi pada tahun 1997.

B-21 pertama diharapkan akan beroperasi pada tahun 2025, meskipun Angkatan Udara AS akan terus mengoperasikan 20 B-2 hingga 2032. Angkatan Udara berencana untuk memperoleh hingga 100 B-21.

Melengkapi B-21 akan menjadi rudal jelajah Long Range Stand Off (LRSO) Angkatan Udara yang akan datang, yang mampu membawa senjata nuklir.

"LRSO akan memberikan pengganda kekuatan yang efektif biaya untuk pembom nuklir kita," kata Goldfein.

"Ini sesuai jadwal untuk mencapai kemampuan operasi awal pada 2030," tukasnya.

Bomber B-21 Raider menampilkan desian sayap terbang yang sama dengan pendahulunya, sebuah bentuk dengan lapisan anti radar berteknologi tinggi, memberikan pesawat profil radar yang sangat rendah. Itu akan membantunya menyelinap ke wilayah musuh tanpa terdekteksi untuk mengirimkan senjata konvensional atau nuklir, lalu melarikan diri tanpa cacat dan bahkan mungkin tidak diketahui.

Dengan biaya yang diproyeksikan sekitar USD656 juta per pesawat, jenis kekebalan seperti itu menjadi sangat diperlukan secara finansial. Namun, B-21 Raiders harus mencari trik baru terhadap radar gelombang permukaan frekuensi tinggi (HFSWR) yang dipelopori oleh China, yang diklaim dapat mendeteksi pesawat siluman.

“Karena pesawat siluman modern, seperti F-35 dan F-22 AS, atau J-20 dan J-31 China, dirancang untuk bersembunyi dari sistem radar microwave yang banyak digunakan, mereka tidak memiliki perlindungan dari radar gelombang panjang,” Sputnik melaporkan bulan lalu, mengutip Liu Yongtan dari Akademi Ilmu Pengetahuan China dan Akademi Teknik China.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
26 menit yang lalu
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
7 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
8 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
9 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
10 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
11 jam yang lalu
Infografis
Pesawat Pengebom Rusia...
Pesawat Pengebom Rusia Dicegat Jet Tempur Siluman F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved