Erdogan: S-400 Rusia, Kesepakatan Terpenting dalam Sejarah Turki Modern

Senin, 15 Juli 2019 - 07:59 WIB
Erdogan: S-400 Rusia,...
Erdogan: S-400 Rusia, Kesepakatan Terpenting dalam Sejarah Turki Modern
A A A
ANKARA - Presiden Recep Tayyip Erdogan menganggap kesepakatan dengan Rusia soal pembelian sistem pertahanan rudal S-400 sebagai kesepakatan terpenting dalam sejarah Turki modern.

Pernyataan itu muncul ketika komponen sistem rudal S-400 yang sudah tiba di Ankara dipamerkan di jalan-jalan utama negara itu pada hari Minggu pagi. Dua pasokan lagi diharapkan segera tiba.

"Kesepakatan terpenting dalam sejarah kami saat ini adalah perjanjian S-400," kata Erdogan kepada wartawan di istana kepresidenan di Istanbul, seperti dikutip media setempat; Haberler.

"Dengan membeli S-400, Turki tidak bersiap untuk perang. Sistem pertahanan udara dirancang untuk memastikan perdamaian dan keamanan di negara kita. Langkah-langkah lain juga diambil untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kita," ujar Erdogan.

Dalam komentarnya, Presiden Erdogan juga menyinggung masalah pesawat jet tempur F-35 dan ancaman Amerika Serikat (AS) untuk membatalkan pengiriman pesawat siluman itu karena keputusan Ankara membeli sistem pertahanan udara Rusia. Dia menegaskan keduanya adalah masalah yang terpisah.

"S-400 adalah satu topik, F-35 adalah topik yang sama sekali berbeda. Hingga saat ini, kami telah membayar USD1,4 miliar untuk F-35," katanya, seperti dikutip Sputniknews, Senin (15/7/2019).

"Jika Turki dihapus dari program F-35, biaya satu pesawat bisa naik USD7-8 juta...Ini bukan keputusan yang mudah (bagi Washington)," katanya.

Menurutnya, jika Turki dikeluarkan dari program F-35, AS harus mengembalikan uang Turki. "Uang yang sudah kami bayarkan," ujarnya.

Kembali ke kontrak S-400, Erdogan mengaku telah membahas ide produksi bersama sistem itu dengan Rusia. Pembahasan itu dia lakukan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama pertemuan G-20 di Jepang belum lama ini.

Turki, sambung dia, juga membahas prospek pembelian sistem pertahanan S-500 dari Moskow di kemudian hari.

Proses pengiriman S-400 ke Turki harus selesai pada April 2020, dengan bagian dari pekerjaan dalam memasang sistem tersebut akan selesai pada akhir tahun ini.

Turki menandatangani kontrak USD2,5 miliar dengan Rusia untuk pembelian empat set batalion S-400 pada akhir 2017. Setahun kemudian, AS menawarkan kepada Turki kesepakatan USD3,5 miliar untuk sistem pertahanan udara Patriot PAC-3.

Ankara tidak mengesampingkan tawaran sistem rudal Patriot AS, tetapi telah mengindikasikan bahwa Ankara tidak akan membeli sistem tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan Disebut Minta...
Erdogan Disebut Minta Putin Ambil Kembali Sistem Rudal S-400 Rusia demi Jet Tempur Siluman F-35
Erdogan Yakin Turki...
Erdogan Yakin Turki Akan Miliki Jet Tempur Siluman F-35 AS Meski Operasikan S-400 Rusia
Partainya Erdogan Tolak...
Partainya Erdogan Tolak Usul AS Beli S-400 Rusia dari Turki
Diancam AS, Turki Batal...
Diancam AS, Turki Batal Aktifkan Sistem Rudal S-400 Rusia
AS Tetap Tolak Turki...
AS Tetap Tolak Turki Gabung Program Jet Tempur Siluman F-35 karena S-400 Rusia
AS Akui Sulit Jual Jet...
AS Akui Sulit Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki Gara-gara S-400 Rusia
Berita Terkini
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
41 menit yang lalu
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
3 jam yang lalu
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
3 jam yang lalu
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
4 jam yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
5 jam yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Terhebat yang...
10 Negara Terhebat yang Pernah Tercatat dalam Sejarah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved