China Kembali Desak Trump Kurangi Sanksi Korut

Sabtu, 13 Juli 2019 - 08:16 WIB
China Kembali Desak...
China Kembali Desak Trump Kurangi Sanksi Korut
A A A
BEIJING - Presiden China, Xi Jinping, bulan lalu mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menunjukkan fleksibilitas dalam berurusan dengan Korea Utara (Korut). Jinping juga meminta Trump mengurangi sanksi terhadap negara itu "pada waktunya."

Hal itu diungkapkan oleh Kementerian Luar Negeri China melalui juru bicaranya Geng Shuang. Shuang mengatakan, saat bertemu di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Jinping memberi tahu Trump tentang posisi China atas permasalahan Korut.

"Presiden Jinping mendorong pihak AS untuk menunjukkan fleksibilitas dan memenuhi setengah jalan Korea Utara, termasuk mengurangi sanksi pada waktunya," kata Shuang seperti dikutip dari News.com.au, Sabtu (13/7/2019).

Jinping dan Trump telah berbicara dengan pemimpin Korut Kim Jong-un baru-baru ini. Jinping melakukan perjalanan ke Pyongyang sebelum KTT G20, sementara Trump melakukan pertemuan di Zona Demiliterisasi di sepanjang perbatasan Korut dengan Korea Selatan (Korsel) usai KTT G20.

Setelah pertemuan, Trump mengatakan kedua belah pihak akan membentuk tim untuk mendorong pembicaraan yang macet. Tujuannya adalah membuat Korut menyerahkan senjata nuklirnya.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, tim tersebut kemungkinan akan terbentuk sekitar bulan Juli. "Mungkin dalam dua atau tiga minggu ke depan," ujar Pompeo.

Namun kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan bahwa seorang pejabat tinggir presiden Korsel yang berkunjung ke Washington menyebut bahwa belum ada kepastian jika perundingan yang macet bisa dilanjutkan bulan ini.

Yonhap mengatakan Kim Hyun-chong, wakil kepala Kantor Keamanan Nasional Korsel, mengatakan kepada wartawan setelah bertemu dengan Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Charles Kupperman bahwa pihak AS masih menunggu tanggapan dari Korut.

Departemen Luar Negeri AS menolak komentar secara spesifik terkait pernyataan Kim Hyun-chong, tetapi mengatakan tidak ada pengumuman terkait pertemuan tersebut.

KTT Trump dan Kim Jong-un terakhir kali terjadi pada bulan Februari lalu di Hanoi, Vietnam. Pertemuan itu tidak menemui kata sepakat karena AS menuntut denuklirisasi total sementara Korut mendesak bantuan untuk sanksi.

Seorang pejabat senior AS mengatakan kebijakan AS terus mempertahankan sanksi terhadap Korut sampai negara itu melepaskan senjata nuklirnya. Departemen Luar Negeri AS juga menegaskan bahwa mereka mengharapkan negara-negara di seluruh dunia untuk sepenuhnya menerapkan dan menegakkan sanksi terhadap Korut.
(ian)
Berita Terkait
Trump: Rusia, China,...
Trump: Rusia, China, dan Korea Utara Berkonspirasi Melawan AS
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Ketika Trump Sebut Rusia,...
Ketika Trump Sebut Rusia, China, Korut Berkonspirasi Melawan AS
Donald Trump Jr: China...
Donald Trump Jr: China Tak Terintimidasi Militer Amerika Serikat
Pakar: Janji Trump Capai...
Pakar: Janji Trump Capai Kesepakatan dengan Korut Jika Kembali Terpilih Sulit Tercapai
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
49 menit yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
1 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
2 jam yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
3 jam yang lalu
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
5 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
6 jam yang lalu
Infografis
Trump Perintahkan Pembukaan...
Trump Perintahkan Pembukaan Kembali Penjara Alcatraz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved