Assad Pecat Kepala Intelijen AU Suriah, Alasan Masih Misterius

Rabu, 10 Juli 2019 - 04:37 WIB
Assad Pecat Kepala Intelijen...
Assad Pecat Kepala Intelijen AU Suriah, Alasan Masih Misterius
A A A
DAMASKUS - Presiden Republik Arab Suriah Bashar Al-Assad membuat langkah berani dengan memecat Kepala Direktorat Intelijen Angkatan Udara Mayor Jenderal Jamil Al-Hassan. Penyebab pemecatan jenderal yang telah membantunya sejak 2009 itu masih misterius.

Menurut seorang sumber di Damaskus yang dilansir AFP, Selasa (9/7/2019), posisi Al-Hassan telah digantikan oleh wakilnya, Mayor Jenderal Ghassan Ismail.

Sumber tersebut melanjutkan langkah Assad itu kemungkinan atas permintaan Arab Saudi, yang bekerja untuk membangun aliansi di Suriah dengan Rusia dan Uni Emirat Arab (UEA).

Pemerintah Assad belum bersedia mengonfirmasi pemecatan Jenderal Al-Hassan. Media pemerintah juga tidak merinci alasan perombakan tersebut. Pemecatan itu terjadi justru ketika pasukan pemerintah membuat kemajuan dalam serangan dua bulan terakhir terhadap pemberontak di provinsi barat laut Idlib.

Beberapa halaman media sosial yang rutin memperbarui informasi perihal krisis Suriah, termasuk Latakia Eagles dan Homs Network Live, ikut melaporkan pemecatan Al-Hassan.

Al-Hassan adalah salah satu perwira paling kuat di negara itu. Para aktivis oposisi dan negara-negara asing menyalahkannya atas kekejaman selama perang saudara Suriah yang telah berlangsung delapan tahun terakhir. Sekitar 400.000 orang telah tewas selama perang sipil tersebut.

Al-Hassan adalah salah satu dari 13 komandan dan pejabat penjara Suriah yang oleh Amerika Serikat pada 2016 dianggap bertanggung jawab atas serangan terhadap kota, daerah perumahan dan infrastruktur sipil serta tindakan penyiksaan. AS dan Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi pada Al-Hassan karena perannya dalam penumpasan tersebut.

Tahun lalu, Jerman mengatakan bahwa Berlin berupaya menangkap Al-Hassan. Menurut Berlin, agen intelijen yang dipimpin Al-Hassan diduga terlibat dalam kejahatan perang.

Awal tahun ini, ada laporan bahwa Jerman meminta Lebanon untuk menyerahkan Al-Hassan ketika dia dirawat di rumah sakit yang dikelola oleh kelompok Hizbullah.

Menurut laporan media lokal, Direktorat Intelijen Umum Suriah sekarang dipimpin oleh Mayor Jenderal Hussam Louqa, sedangkan Mayor Jenderal Nasser al-Ali sekarang bertanggung jawab atas Direktorat Keamanan Politik.

Bahjat Suleiman, mantan kepala intelijen dan mantan duta besar untuk Jordan, juga merilis nama-nama pejabat baru itu di halaman Facebook dan akun Twitter-nya.
(mas)
Berita Terkait
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Pulihkan Hubungan, Bos...
Pulihkan Hubungan, Bos Intelijen Arab Saudi Bertemu Assad di Suriah
Pengakuan Trump : Ingin...
Pengakuan Trump : Ingin Bunuh Presiden Suriah, Bashar al-Assad
Apakah Rusia Dukung...
Apakah Rusia Dukung Bashar al-Assad?
Apakah Amerika Serikat...
Apakah Amerika Serikat Danai Pemberontak Suriah Gulingkan Assad? Ini Jawabannya
Berita Terkini
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
37 menit yang lalu
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
3 jam yang lalu
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
3 jam yang lalu
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
4 jam yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
5 jam yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
5 jam yang lalu
Infografis
Pemberontak Anti-Rezim...
Pemberontak Anti-Rezim Assad Diam saat Israel Menginvasi Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved