Venezuela Minta PBB Campur Tangan Akhiri Sanksi AS

Minggu, 07 Juli 2019 - 12:54 WIB
Venezuela Minta PBB...
Venezuela Minta PBB Campur Tangan Akhiri Sanksi AS
A A A
JENEWA - Venezuela mendesak Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Michelle Bachelet, untuk campur tangan terhadap sanksi perdagangan dan keuangan Amerika Serikat (AS) yang merusak ekonomi Venezuela.

Berbicara dalam sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Wakil Menteri Luar Negeri Venezuela, William Castillo mengatakan sanksi tersebut memenuhi definisi Dewan HAM tentang tindakan pemaksaan sepihak dan harus dicabut.

"Sesuai dengan resolusi PBB tentang tindakan pemaksaan sepihak, (kami) menuntut segera diakhirinya blokade," desak Castillo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (7/7).

"Sanksi itu melumpuhkan kemampuan Venezuela untuk membiayai kembali utang luar negerinya dan mempertahankan hubungan dagang dengan negara-negara lain. Venezuela menghargai pengakuan oleh Komisaris Tinggi HAM bahwa sanksi ekonomi AS memperparah krisis ekonomi dan melanggar HAM," sambungnya.

Namun, papar Castillo, Venezuela tidak setuju dengan beberapa kesimpulan dalam sebuah laporan yang dirilis oleh kantor Bachelet setelah kunjungannya baru-baru ini di Caracas, dan menuntut koreksi.

"Di Venezuela tidak ada krisis kemanusiaan. Kami menderita kesulitan ekonomi terkait dengan jatuhnya harga minyak dan blokade ekonomi.
Venezuela juga menjadi korban percobaan kudeta, plot pembunuhan dan sabotase industri-industri utama, seperti minyak dan listrik," katanya.

Castillo menuturkan, terlepas dari adanya upaya untuk mengacaukan Venezuela, Caracas tetap berusaha menerapkan kebijakan sosial untuk meningkatkan kehidupan masyarakat, termasuk menyediakan perumahan dan makanan.

"Lebih dari 2,6 juta rumah telah dibangun dalam delapan tahun, memberi manfaat kepada lebih dari 12 juta warga," katanya, seraya menambahkan bahwa enam juta rumah tangga secara teratur menerima keranjang barang dasar.
(esn)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas untuk...
Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS di Jakarta
Diam-diam, Sekutu Maduro...
Diam-diam, Sekutu Maduro dan Guaido Lakukan Pembicaraan Rahasia
Negara Ini Kaya Minyak,...
Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita
Terlalu Sering Menjilat,...
Terlalu Sering Menjilat, AS Kecam Pemenang Nobel Venezuela sebagai Perusak
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Venezuela Tukar Emas...
Venezuela Tukar Emas dengan Dolar, Dibantu UEA, Mali dan Pesawat Rusia
Berita Terkini
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
27 menit yang lalu
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
3 jam yang lalu
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
4 jam yang lalu
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
4 jam yang lalu
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
5 jam yang lalu
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved