AS Sebut Putaran Baru Pembicaraan dengan Taliban Berjalan Baik

Minggu, 07 Juli 2019 - 12:11 WIB
AS Sebut Putaran Baru...
AS Sebut Putaran Baru Pembicaraan dengan Taliban Berjalan Baik
A A A
DOHA -

Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad menggambarkan putaran terakhir perundingan damai dengan Taliban yang berlangsung di Doha, Qatar sebagai sesi paling produktif. Khalilzad mengatakan, pihaknya dan Taliban akan kembali bertemu pada Selasa mendatang.

"Masih ada pekerjaan penting yang harus dilakukan sebelum kita memiliki perjanjian. Tapi putaran terakhir pertemuan berjalan sangat produktif, " kata Khalilzad dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya, seperti dilansir PressTV pada Minggu (7/7).

Diplomat AS kelahiran Afghanistan itu kemudian mengatakan bahwa pembicaraan damai saat ini akan dilanjutkan pada hari Selasa, setelah sebuah dialog intra-Afghanistan, yang melibatkan sekelompok delegasi Afghanistan.

Kedua pihak memulai putaran ketujuh perundingan pekan lalu, yang bertujuan untuk menyusun rencana penarikan pasukan militer asing yang dipimpin AS dengan imbalan jaminan olehTaliban bahwa kelompok-kelompok militan internasional tidak akan menggunakan Afghanistan sebagai pangkalan untuk melancarkan serangan pada AS dan sekutunya.

Terkait dengan penarikan pasukan, sebelumnya Presiden AS, Donald Trump mengatakan, dia ingin menarik pasukan AS keluar dari Afghanistan. Namun, dia juga mengakui khawatir jika pasukan AS keluar, Afghanistan dapat menjadi basis operasi untuk melakukan serangan teroris terhadap AS.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News , Trump mengatakan, masalah dengan menarik 9.000 tentara AS dari Afghanistan adalah bahwa negara akan menjadi laboratorium untuk teroris. "Saya menyebutnya Harvard teroris," kata Trump.

Dia menceritakan percakapannya dengan para pejabat militer AS, di mana Trump memberi tahu mereka tentang keinginannya untuk memindahkan pasukan. Trump mengatakan, para pejabat militer AS memperingatkannya, bahwa akan lebih baik untuk memerangi teroris di Afghanistan daripada di dalam negeri.

Bahkan, jika AS memang akan menarik semua pasukanya, Trump mengatakan, Washington akan meninggalkan kehadiran intelijen yang sangat kuat di Afghanistan.

(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
3 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
5 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
6 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
7 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
8 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
10 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved