NATO: Rusia Masih Membangkang dari Perjanjian Kontrol Senjata

Sabtu, 06 Juli 2019 - 17:11 WIB
NATO: Rusia Masih Membangkang...
NATO: Rusia Masih Membangkang dari Perjanjian Kontrol Senjata
A A A
BRUSSELS - Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Jens Stoltenberg mengatakan Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda akan mematuhi perjanjian kontrol senjata era Perang Dingin. Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutu NATO di Eropa menuduh Moskow melanggar perjanjian bernama Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty 1987 tersebut.

Moskow telah berulang kali membantah tuduhan Barat bahwa mereka telah meluncurkan sistem rudal jelajah berbasis darat yang jangkauannya melanggar Perjanjian INF.

Awal tahun ini, AS menyampaikan pemberitahuan resmi bahwa negara itu akan mundur dari pakta INF pada 2 Agustus, jika Rusia tidak mulai menghancurkan rudal yang dianggap melanggar perjanjian itu.

"Kami tidak melihat tanda-tanda Rusia bersedia kembali pada kepatuhan," kata Stoltenberg usai pertemuan dengan para diplomat Moskow. "Dan waktu hampir habis," lanjut bos NATO itu merujuk pada ultimatum yang disampaikan Amerika.

INF merupakan perjanjian penting yang memerintahkan penghapusan seluruh kelas rudal berbasis darat yang dikerahkan di Eropa dan Rusia barat.

Rudal-rudal seperti itu dianggap tidak stabil karena waktu terbangnya yang singkat, yang berarti mereka dapat mengenai sasaran dengan serangan berhulu ledak nuklir dengan sedikit waktu atau tanpa pemberitahuan.

Stoltenberg menyebut pelanggaran Rusia terhadap perjanjian itu "serius" dan membutuhkan tanggapan tegas.

"Jika kami menerima bahwa perjanjian INF dilanggar dengan impunitas, tanpa konsekuensi, maka kami merusak kepercayaan dan kredibilitas semua perjanjian pengendalian senjata lainnya," katanya hari Jumat, seperti dikutip dari RFE/RL, Sabtu (6/7/2019).

Awal pekan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang secara resmi menangguhkan partisipasi Rusia dalam Perjanjian INF 1987.

Menyusul pembicaraan dengan Stoltenberg, Rusia mengatakan tidak akan mengerahkan rudal nuklir jarak menengah di Eropa, selama Amerika Serikat tidak melakukannya terlebih dahulu.

"Kami tidak bermaksud untuk menyebarkan senjata semacam itu di Eropa dan kawasan lain di mana rudal jarak pendek dan menengah AS tidak dan tidak akan dikerahkan," kata pihak duta Rusia untuk NATO dalam sebuah pernyataan.
(mas)
Berita Terkait
Rusia Keluar dari Perjanjian...
Rusia Keluar dari Perjanjian Rudal Nuklir dengan AS, Warning Keras untuk NATO
AS Ternyata Uji Rudal...
AS Ternyata Uji Rudal Tomahawk sebelum Rusia Jajal Triad Nuklir
Rusia Terindikasi Bersiap...
Rusia Terindikasi Bersiap Uji Coba Rudal Skyfall Bertenaga Nuklir
Rusia Bersiap Evakuasi...
Rusia Bersiap Evakuasi Warga Dekat Uji Coba Rudal Nuklir
Apa itu Perjanjian Nuklir...
Apa itu Perjanjian Nuklir New START?
Seteru dengan Rusia...
Seteru dengan Rusia dan China Memanas, AS Bikin Rudal Jelajah Nuklir Berbasis Laut
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
56 menit yang lalu
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
2 jam yang lalu
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
2 jam yang lalu
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
3 jam yang lalu
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
4 jam yang lalu
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
5 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved