Pendemo Trump Bakar Bendera AS dalam Parade Militer Hari Kemerdekaan

Jum'at, 05 Juli 2019 - 15:10 WIB
Pendemo Trump Bakar...
Pendemo Trump Bakar Bendera AS dalam Parade Militer Hari Kemerdekaan
A A A
WASHINGTON - Para demonstran anti-Presiden Donald Trump membakar bendera Amerika Serikat (AS) dalam parade militer untuk merayakan Hari Kemerdekaan Amerika, 4 Juli.

Pembakar bendera itu adalah sekelompok aktivis yang mengenakan kaus "revolusi". Ulah mereka memicu kekacauan di luar Gedung Putih.

Seorang pria yang menggambarkan dirinya sebagai seorang veteran dan mengenakan kemeja "Make America Great Again (MAGA)" meraih bendera yang terbakar dari tanah dan kemudian bergulat dengan kelompok aktivis tersebut.

Demonstran lain menampilkan balon berbentuk bayi Trump yang mirip dengan balon yang diterbangkan di London selama kunjungan kenegaraan Trump ke Inggris beberapa waktu lalu. Namun, balon itu gagal mengudara di Washington karena izin belum diberikan untuk mengembangkan balon tersebut dengan helium.

Sebelum aksi pembakaran bendera terjadi, ribuan pendukung yang mengenakan topi MAGA betanda tangan presiden Trump, bersama dengan kelompok lawan yang mempertanyakan biaya parade militer, berjalan menuju ibu kota AS, Washington DC, meskipun suhu panas dan sesekali diwarnai hujan.

Tanggal 4 Juli merupakan Hari Kemerdekaan AS. Negara itu merdeka dari Inggris pada 1776.

Parade militer diramaikan dengan manuver jet-jet tempur AS. Trump memuji parade militer yang dia perintahkan setelah terinspirasi dari acara serupa di Prancis.

"Bangsa kita lebih kuat hari ini daripada sebelumnya," katanya kepada kerumunan orang selama pidatonya di National Mall, seperti dikutip Mirror, Jumat (5/7/2019). "Ini yang terkuat sekarang."

"Kami merayakan sejarah kami, orang-orang kami, dan para pahlawan yang dengan bangga mempertahankan bendera kami; pria dan wanita pemberani dari militer Amerika Serikat," kata Trump.

"Selama lebih dari 65 tahun, tidak ada Angkatan Udara musuh yang berhasil membunuh satu tentara Amerika. Karena langit adalah milik Amerika Serikat."

Tapi para lawan demostik Trump tidak terkesan dengan pidato kebanggan tersebut. "Ini menelan biaya jutaan dolar," kata Medea Benjamin, salah satu pendiri kelompok perdamaian yang dipimpin wanita, Code Pink.

"Kami, para pembayar pajak, membayarnya, agar Donald Trump menggunakan militer kami sebagai penyangga. Dan itu tidak benar."
(mas)
Berita Terkait
Jet F-15 Pelindung Trump...
Jet F-15 Pelindung Trump Mendarat Darurat dengan Badan Pesawatnya
Jet-jet Tempur AS Tembakkan...
Jet-jet Tempur AS Tembakkan Flare, Usir Pesawat Mencurigakan dari Klub Golf Trump
Donald Trump Jr: China...
Donald Trump Jr: China Tak Terintimidasi Militer Amerika Serikat
AS Butuh 300 Jet Tempur...
AS Butuh 300 Jet Tempur untuk Wujudkan Pertahanan Nasional
Iran Bangun Kapal Induk...
Iran Bangun Kapal Induk Palsu Amerika Serikat untuk Diserang
Diancam Veto Trump,...
Diancam Veto Trump, Senat AS Dukung Penjualan Senjata pada UEA
Berita Terkini
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
57 menit yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
1 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
2 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
3 jam yang lalu
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
4 jam yang lalu
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
7 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved