Jet F-15 Pelindung Trump Mendarat Darurat dengan Badan Pesawatnya
Selasa, 05 Mei 2020 - 09:18 WIB
loading...
Pesawat jet tempur F-15 Amerika Serikat yang menjalankan misi perlindungan untuk Presiden Donald Trump mendarat darurat dengan badan pesawatnya di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland. Foto/Twitter @TheDeadDistrict
A
A
A
MARYLAND - Sebuah pesawat jet tempur F-15 yang melindungi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump selama perjalanan kerja ke Camp David melakukan pendaratan darurat di Joint Base Andrews, Maryland.
Jet tempur itu mendarat dengan badan pesawatnya setelah roda pendaratan tidak berfungsi. Insiden ini terjadi Sabtu siang pekan lalu, namun baru diungkap militer AS kepada media setempat Senin waktu setempat.
Menurut pihak Joint Base Andrews (Pangkalan Gabungan Andrews), jet tempur yang bermasalah pesawat dari Fighter Wing (Sayap Tempur) ke-142.
Jet tempur tersebut sedang dalam misi "Operation Noble Eagle" untuk Komando Pertahanan Aerospace Amerika Utara (NORAD) ketika tiba-tiba dialihkan ke Pangkalan Gabungan Andrews sekitar pukul 13.30 pada Sabtu.
"Roda pendaratan pesawat tidak berfungsi dan mendarat dengan badan pesawatnya. Tidak ada cedera pada pilot dan operasi landasan pacu tidak terpengaruh," kata pihak pangkalan militer tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikutip CNN, Selasa (5/5/2020).
Jet tempur itu mendarat dengan badan pesawatnya setelah roda pendaratan tidak berfungsi. Insiden ini terjadi Sabtu siang pekan lalu, namun baru diungkap militer AS kepada media setempat Senin waktu setempat.
Menurut pihak Joint Base Andrews (Pangkalan Gabungan Andrews), jet tempur yang bermasalah pesawat dari Fighter Wing (Sayap Tempur) ke-142.
Jet tempur tersebut sedang dalam misi "Operation Noble Eagle" untuk Komando Pertahanan Aerospace Amerika Utara (NORAD) ketika tiba-tiba dialihkan ke Pangkalan Gabungan Andrews sekitar pukul 13.30 pada Sabtu.
"Roda pendaratan pesawat tidak berfungsi dan mendarat dengan badan pesawatnya. Tidak ada cedera pada pilot dan operasi landasan pacu tidak terpengaruh," kata pihak pangkalan militer tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikutip CNN, Selasa (5/5/2020).
Lihat Juga :