PBB Sambut Keputusan AS-Korut Lanjutkan Perundingan
Senin, 01 Juli 2019 - 19:54 WIB
PBB Sambut Keputusan AS-Korut Lanjutkan Perundingan
A
A
A
NEW YORK - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengaku sangat menyambut baik pengumuman bahwa Korea Utara (Korut) dan Amerika Serikat (AS) akan melanjutkan dialog tingkat kerja.
"Sekretaris Jenderal menyambut pertemuan di Panmunjom yang melibatkan para pemimpin Korut, Korea Selatan (Korsel) dan AS, khususnya pengumuman bahwa Korut dan AS akan melanjutkan dialog tingkat kerja," kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric.
"Dia sepenuhnya mendukung upaya berkelanjutan dari para pihak untuk membangun hubungan baru menuju perdamaian berkelanjutan, keamanan, dan denuklirisasi Semenanjung Korea yang lengkap dan dapat diverifikasi," sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Senin (1/7).
Sebelumnya diwartakan, Presiden AS, Donald Trump menuturkan dia dan Kim Jong-un sepakat untuk kembali memulai pembicaraan nuklir. Dalam beberapa pekan ke depan, papar Trump, tim khusus dari kedua negara akan segera melakukan pertemuan mengenai hal ini.
"Kami telah sepakat untuk memiliki tim yang dibentuk. Selama dua atau tiga minggu ke depan, tim akan mulai bekerja untuk melihat apakah mereka dapat melakukan sesuatu. Hal yang sangat besar, sangat rumit," ucapnya.
Trump kemudian mengaku berharap bisa mengangkat semua sanksi itu. Tapi, untuk saat ini semua sanksi itu akan tetap dikenakan kepada Pyongyang. "Sanksi akan tetap berlaku. Saya berharap untuk melepasnya. Saya tidak suka sanksi ada di negara ini. Tetapi sanksi tetap ada," kata Trump.
"Sekretaris Jenderal menyambut pertemuan di Panmunjom yang melibatkan para pemimpin Korut, Korea Selatan (Korsel) dan AS, khususnya pengumuman bahwa Korut dan AS akan melanjutkan dialog tingkat kerja," kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric.
"Dia sepenuhnya mendukung upaya berkelanjutan dari para pihak untuk membangun hubungan baru menuju perdamaian berkelanjutan, keamanan, dan denuklirisasi Semenanjung Korea yang lengkap dan dapat diverifikasi," sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Senin (1/7).
Sebelumnya diwartakan, Presiden AS, Donald Trump menuturkan dia dan Kim Jong-un sepakat untuk kembali memulai pembicaraan nuklir. Dalam beberapa pekan ke depan, papar Trump, tim khusus dari kedua negara akan segera melakukan pertemuan mengenai hal ini.
"Kami telah sepakat untuk memiliki tim yang dibentuk. Selama dua atau tiga minggu ke depan, tim akan mulai bekerja untuk melihat apakah mereka dapat melakukan sesuatu. Hal yang sangat besar, sangat rumit," ucapnya.
Trump kemudian mengaku berharap bisa mengangkat semua sanksi itu. Tapi, untuk saat ini semua sanksi itu akan tetap dikenakan kepada Pyongyang. "Sanksi akan tetap berlaku. Saya berharap untuk melepasnya. Saya tidak suka sanksi ada di negara ini. Tetapi sanksi tetap ada," kata Trump.
(esn)