Trump Akui Perlakukan Turki Tak Adil Soal S-400

Senin, 01 Juli 2019 - 15:29 WIB
Trump Akui Perlakukan...
Trump Akui Perlakukan Turki Tak Adil Soal S-400
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump telah mengakui bahwa AS telah memperlakukan Turki dengan cara yang tidak adil atas ketegangan terkait sistem pertahanan udara S-400.

Trump menuturkan, keputusan Turki membeli S-400 dari Rusia disebabkan oleh kebijakan yang dibuat oleh Presiden AS sebelumnya, yakni Barack Obama. Saat itu, papar Trump, pemerintahan Obama menolak Turki yang hendak membeli rudal Patriot, yang membuat Ankara kecewa dan memutuskan mengalihkan pandangan ke Rusia.

"Ini sebuah masalah, tidak ada keraguan tentang itu. Tetapi (Presien Turki Tayyip Erdogan) dilarang membeli sistem kami sampai dia mengatakan dia telah membeli sesuatu yang lain, dan segera setelah dia membeli sesuatu yang lain, semua orang mengatakan bahwa dia bisa membeli dari kami," kata Trump.

"Anda Tidak bisa melakukan bisnis seperti itu. Turki telah menjadi teman kami dan kami telah melakukan hal-hal besar bersama. Anda tidak bisa memperlakukan orang seperti itu, seperti yang dilakukan pemerintahan Obama," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (1/7).

Mengenai apakah Washington akan menampar Ankara dengan sanksi karena membeli S-400, Trump mengatakan bahwa Washington sedang mempertimbangkan hal tersebut.

Mengulangi bahwa Erdogan ingin membeli Patriot, tetapi ditolak, Trump mengatakan bahwa dia menjadi lebih ramah terhadap Erdogan. "Anda harus memperlakukan orang dengan adil dan saya tidak berpikir dia diperlakukan dengan adil," tukasnya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
59 menit yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
2 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
4 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
5 jam yang lalu
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
6 jam yang lalu
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved