Gelombang Panas Dapat Tewaskan 20.000 Orang di AS

Selasa, 18 Juni 2019 - 12:14 WIB
Gelombang Panas Dapat...
Gelombang Panas Dapat Tewaskan 20.000 Orang di AS
A A A
NEW YORK - Jika tak ada kemajuan dalam upaya mencegah emisi gas rumah kaca, gelombang panas ekstrem dapat menewaskan ribuan orang di kota-kota besar Amerika Serikat (AS).

Jika suhu rata-rata global naik 3 derajat Celsius di atas level pra-industri, gelombang panas dapat menewaskan hampir 6.000 orang di New York City. Kejadian serupa dapat menewaskan lebih dari 2.500 orang di Los Angeles dan lebih dari 2.300 orang di Miami.

Riset baru itu juga menunjukkan, jika AS dan negara lain bertindak agresif membatasi pemanasan global, maka korban tewas dalam jumlah besar dapat dihindari.

“Jelas masih ada harapan dan jendela peluang sangat kecil untuk menjaga pemanasan global di bawah target internasional dan mencegah kematian terkait panas,” papar Eunice Lo, pakar iklim di Universitas Bristol, Inggris dan salah satu penulis riset yang dirilis awal Juni lalu di jurnal Science Advances.

Dalam riset itu, Lo dan para pakar fokus pada 1 dalam 30 kejadian, gelombang panas parah yang terjadi setiap beberapa dekade dan menjadi ancaman besar bagi anak-anak, lanjut usia, pekerja luar ruangan dan warga miskin.

Gelombang panas juga berbahaya di wilayah kota yang padat gedung dan permukaan tanah yang dilapisi aspal atau beton sehingga menciptakan panas yang semakin ekstrem. Untuk melihat dampak pemanasan global pada jumlah kematian warga, para peneliti membuat simulasi tiga skenario iklim.

Dalam satu skenario, negara-negara hanya mencapai batas minimal untuk mencegah emisi karbon, membatasi kenaikan suhu rata-rata global sebesar 3 derajat Celsius pada 2100. Pada dua skenario lain, negara-negara membatasi kenaikan suhu global menjadi 2 atau 1,5 derajat Celsius.

Untuk tiap skenario, para peneliti menggunakan model iklim untuk memprediksi suhu gelombang panas untuk 15 kota besar di AS, termasuk Detroit, Philadelphia, Los Angeles, Miami dan New York. Mereka kemudian memperkirakan berapa banyak warga yang akan mati di tiap suhu berdasarkan data nyata kematian terkait panas.

Pada pemanasan 3 derajat, pakar memperkirakan gelombang panas dapat menewaskan lebih dari 20.000 orang di 15 kota besar AS. “Menjaga pemanasan hingga 2 derajat dapat menyelamatkan ratusan bahkan ribuan nyawa di sebagian besar kota,” ungkap hasil studi itu.

“Pada pemanasan 1,5 derajat Celsius, lebih dari setengah korban tewas di kota-kota itu dapat dicegah,” papar studi itu. (Syarifudin)

(nfl)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
1 jam yang lalu
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
2 jam yang lalu
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
5 jam yang lalu
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
6 jam yang lalu
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
9 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved