Dituding Campuri Pemilihan UE, Rusia: Itu Benar-benar Absurd
Senin, 17 Juni 2019 - 21:38 WIB
Dituding Campuri Pemilihan UE, Rusia: Itu Benar-benar Absurd
A
A
A
MOSKOW - Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Alexander Venediktov mengatakan, tuduhan media Barat tentang campur tangan Rusia dalam pemilihan di Parlemen Eropa benar-benar absurd.
Venediktov mengatakan, tuduhan media Barat bahwa Rusia sangat tertarik pada kemenangan partai-partai sayap kanan pada pemilihan di Parlemen Eropa adalah sangat tidak masuk akal.
"Apa yang benar-benar diminati Rusia adalah Eropa yang kuat dan stabil, di mana negara-negara bukan konduktor kepentingan asing, tetapi membangun hubungan dengan mitra asing berdasarkan prioritas nasional mereka sendiri dan kepentingan keamanan Eropa," ucapnya.
"Topik usang yang diambil Barat tentang dugaan 'campur tangan Rusia' telah menjadi alat sepele untuk menyelesaikan permasalahan politik," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Senin (17/6).
Dia mengatakan, hal yang salah untuk membagi partai-partai di Eropa menjadi pro-Rusia dan anti-Rusia, karena semua partai Eropa memiliki politisi yang ramah terhadap Rusia, yang ingin membangun hubungan yang konstruktif dengan Rusia.
"Pada saat yang sama, retorika anti-Rusia dapat didengar dari partai-partai sayap kanan, terutama di negara-negara Baltik, di Polandia dan Skandinavia," tukasnya.
Pemilihan di Parlemen Eropa diadakan pada 23 hingga 26 Mei lalu. Partai-partai sentris terkemuka Eropa, seperti Demokrat Kristen dan Demokrat Sosial, yang telah membentuk kebijakan Uni Eropa selama beberapa dekade, untuk pertama kalinya kehilangan mayoritas. Pemilihan ini juga menunjukkan pertumbuhan popularitas kekuatan radikal di kedua ujung spektrum politik.
Venediktov mengatakan, tuduhan media Barat bahwa Rusia sangat tertarik pada kemenangan partai-partai sayap kanan pada pemilihan di Parlemen Eropa adalah sangat tidak masuk akal.
"Apa yang benar-benar diminati Rusia adalah Eropa yang kuat dan stabil, di mana negara-negara bukan konduktor kepentingan asing, tetapi membangun hubungan dengan mitra asing berdasarkan prioritas nasional mereka sendiri dan kepentingan keamanan Eropa," ucapnya.
"Topik usang yang diambil Barat tentang dugaan 'campur tangan Rusia' telah menjadi alat sepele untuk menyelesaikan permasalahan politik," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Senin (17/6).
Dia mengatakan, hal yang salah untuk membagi partai-partai di Eropa menjadi pro-Rusia dan anti-Rusia, karena semua partai Eropa memiliki politisi yang ramah terhadap Rusia, yang ingin membangun hubungan yang konstruktif dengan Rusia.
"Pada saat yang sama, retorika anti-Rusia dapat didengar dari partai-partai sayap kanan, terutama di negara-negara Baltik, di Polandia dan Skandinavia," tukasnya.
Pemilihan di Parlemen Eropa diadakan pada 23 hingga 26 Mei lalu. Partai-partai sentris terkemuka Eropa, seperti Demokrat Kristen dan Demokrat Sosial, yang telah membentuk kebijakan Uni Eropa selama beberapa dekade, untuk pertama kalinya kehilangan mayoritas. Pemilihan ini juga menunjukkan pertumbuhan popularitas kekuatan radikal di kedua ujung spektrum politik.
(esn)