Duterte pada China: Apa Benar Suatu Negara Klaim Seluruh Lautan?

Sabtu, 01 Juni 2019 - 04:15 WIB
Duterte pada China:...
Duterte pada China: Apa Benar Suatu Negara Klaim Seluruh Lautan?
A A A
TOKYO - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyuarakan rasa frustrasinya pada China terkait sengketa kawasan Laut China Selatan. Dia menyindir perilaku Beijing yang mengklaim hampir seluruh kawasan laut tersebut.

Pemimpin Filipina itu mendesak progress dari kode perilaku untuk Laut China Selatan yang diperebutkan. Dia memperingatkan kawasan sengketa itu yang telah berubah mejadi "titik nyala" atau area konflik.

Sikap Duterte disampaikan dalam pidatonya di sebuah forum ekonomi di Tokyo. Filipina, Malaysia, Brunei, Taiwan, Vietnam, dan China saling berebut klaim perairan strategis tersebut.

"Saya suka China ... tetapi kita perlu bertanya, 'apakah benar suatu negara mengklaim seluruh lautan?', kata Duterte.

Beijing dan 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah bertahun-tahun mencoba menuntaskan kode etik untuk mengatur perairan yang disengketakan, tetapi prosesnya lambat.

"Saya sedih dan bingung, bukan marah, karena saya tidak bisa melakukan apa-apa," kata Duterte. "Saya hanya berharap China akan segera bertindak dengan '(kode) perilaku' ini," ujarnya, seperti dikutip AFP, Sabtu (1/6/2019).

"Semakin lama, semakin besar kemungkinan laut akan menjadi 'titik nyala dari masalah'," imbuh Duterte yang menambahkan bahwa Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat sudah melakukan "testing the waters" di kawasan sengketa itu.

Pada bulan April lalu, Duterte memperingatkan Beijing untuk mundur dari pulau sengketa di Laut China Selatan. Dia menyarankan tindakan militer jika China menyentuhnya.

Manila telah memenangkan klaim sengketa wilayah di Laut China Selatan di pengadilan maritim internasional. Namun, Beijing menolak putusan pengadilan internasional tersebut.

Sikap Duterte yang cenderung melunak terhadap China telah memicu kritik di negara sendiri.

"China mengatakan, 'ini tanah kami, ini laut kami. Siapa pun yang masuk ke sana harus bersaing dengan kami. Mungkin dengan senjata'," kata Duterte kepada forum Future of Asia.

"Negeri saya sangat kecil. Saya tidak sanggup berperang dengan siapa pun, tidak hanya dengan China."

Duterte juga menyuarakan kekhawatiran tentang meningkatnya perang dagang antara Beijing dan Washington, dengan mengatakan itu hanya bisa membahayakan ekonomi dunia. "Itu menciptakan ketidakpastian dan ketegangan," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Sengketa Laut China...
Sengketa Laut China Selatan, Duterte kepada China: Taati Hukum!
Tak Takut Dibunuh China,...
Tak Takut Dibunuh China, Duterte Ogah Tunduk soal Laut China Selatan
Singgung Perang Nuklir,...
Singgung Perang Nuklir, Duterte Tegur China Terkait Sengketa LCS
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Berita Terkini
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
48 menit yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
1 jam yang lalu
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
2 jam yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
3 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
3 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved