Rusia Tolak 'Kesepakatan Abad Ini'

Rabu, 29 Mei 2019 - 09:46 WIB
Rusia Tolak Kesepakatan...
Rusia Tolak 'Kesepakatan Abad Ini'
A A A
MOSKOW - Rusia menolak rencana perdamaian Amerika Serikat (AS) untuk Israel dan Palestina yang dikenal sebagai Kesepakatan Abad Ini. Hal itu diungkapkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa konferensi ekonomi mendatang di Bahrain adalah upaya AS untuk menggantikan proses perdamaian sejati dengan intensif ekonomi yang dipaksakan.

"Ini semua tentang upaya AS untuk menggeser prioritas agenda regional dan memaksakan 'visi alternatif' dari penyelesaian Palestina-Israel. Keinginan yang gigih untuk mengganti tugas mencapai solusi politik yang komprehensif dengan paket kebijakan disebut 'insentif ekonomi' sementara mengikis prinsip menciptakan dua negara untuk dua orang menimbulkan keprihatinan yang mendalam," kata Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dikutip dari Israel National News, Rabu (29/5/2019).

Pernyataan itu muncul menjelang konferensi ekonomi "Damai untuk Kesejahteraan" yang akan datang, yang diadakan pada 25 dan 26 Juni di Bahrain. Pemerintahan Trump berencana untuk merilis komponen ekonomi dari rencana perdamaian Timur Tengah yang akan datang selama konferensi itu.

Otoritas Palestina telah mengumumkan bahwa mereka akan memboikot konferensi ekonomi tersebut. Menteri Informasi Palestina, Nabil Abu Rudeineh mengatakan, konferensi itu akan menjadi pertemuan yang tidak berarti yang merupakan bagian dari rencana yang tidak berarti.

Pada hari Minggu, Komite Eksekutif PLO meminta dunia untuk memboikot konferensi Bahrain. Komite Eksekutif PLO mengatakan pihaknya tidak memberi wewenang kepada pihak mana pun untuk bernegosiasi atas nama rakyat Palestina.

"Tujuan yang dikejar oleh AS dalam konferensi ini adalah untuk mulai mengimplementasikan Kesepakatan Abad Ini dan menghubungkannya dengan ekonomi setelah mengambil langkah-langkah dalam mengimplementasikan bagian-bagian politik dari kesepakatan tersebut," tambahnya.

Pada hari Senin, pejabat senior PLO dan Otoritas Palestina Saeb Erekat mengatakan dia telah diberitahu oleh China dan Rusia bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam konferensi Bahrain.

Erekat juga mengatakan bahwa Otoritas Palestina telah meminta kedua negara untuk memboikot konferensi ekonomi.

Utusan China untuk Palestina mengkonfirmasi pernyataan itu dan mencatat bahwa perjanjian tripartit telah dicapai dengan Suriah untuk memboikot konferensi.

Baca juga: China-Rusia Boikot Konferensi Bikinan AS Soal Palestina

Sementara China dan Rusia tidak akan menghadiri konferensi, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab secara terbuka mengatakan pekan lalu mereka akan mengambil bagian dalam konferensi dan akan membantu mempromosikan kerja sama ekonomi untuk seluruh Timur Tengah.
(ian)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
Rusia Curiga AS Ingin...
Rusia Curiga AS Ingin Bentuk Negara Palestina Proktektorat, Apa Itu?
Putin: Kebijakan Amerika...
Putin: Kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah Jelas Gagal Total
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
1 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
1 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
3 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved