Tiga Ulama yang Disebut Akan Dieksekusi Saudi Bakda Ramadhan

Kamis, 23 Mei 2019 - 10:08 WIB
Tiga Ulama yang Disebut...
Tiga Ulama yang Disebut Akan Dieksekusi Saudi Bakda Ramadhan
A A A
RIYADH - Otoritas berwenang Arab Saudi dilaporkan akan mengeksekusi mati tiga ulama Sunni bakda Ramadhan nanti. Ketiganya dituduh terlibat terorisme.

Laporan itu dipublikasikan Middle East Eye, Rabu kemarin. Laporan media yang berbasis di London itu mengutip sumber di Saudi. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi belum mengonfirmasi rencana eksekusi mati tersebut.

Ketiga ulama Sunni tersebut antara lain Wad al-Qarni, Ali al-Omari, dan Sheikh Salman al-Odah. Ketiganya ditangkap pada bulan September 2017 bersama 20 ulama lainnya dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat.

Al-Odah sejauh ini merupakan yang paling terkenal dari ketiganya. Akun Twitter-nya memiliki 13,4 juta follower. Para follower tersebut telah mengampanyekan tagar #freesalmanalodah dan kampanye pernyataan "Salman al-Odah bukan teroris". Stasiun televisi yang dikelola al-Odah, "For Youth" juga memiliki banyak pendukung.

Al-Odah dikenai 37 dakwaan terorisme karena begitu keras mengkritik pemerintah. Dia juga dituduh berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin, sebuah gerakan Islam yang pernah memiliki hubungan dekat dengan monarki Saudi.

Hubungan Ikhwanul Muslimin dengan Kerajaan Saudi rusak setelah kelompok itu semakin kritis terhadap aturan keras Riyadh dan dekat dengan Qatar yang saat ini menjadi rival Kerajaan Saudi.

Pada 2014, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman memerintahkan Ikhwanul Muslimin dinyatakan sebagai organisasi teroris.

Jurnalis Jamal Khashoggi, yang dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018, juga seorang pengkritik pemerintah Saudi dan dekat dengan Ikhwanul Muslimin.

Seorang sumber Saudi mengatakan kepada Middle East Eye bahwa Riyadh pada awalnya berhati-hati untuk mengejar eksekusi bagi para ulama."Tetapi ketika mereka menemukan ada sangat sedikit reaksi internasional, terutama di tingkat pemerintahan dan kepala negara, mereka memutuskan untuk melanjutkan," katanya.

Sumber itu juga mengatakan pemerintah berharap untuk mengambil keuntungan dari ketegangan AS dengan Iran, untuk meminimalkan pukulan balik internasional dari rencana eksekusi tersebut.

Bulan lalu, Arab Saudi mengeksekusi 37 orang, sebagian besar aktivis Syiah, atas tuduhan terorisme. Menurut kelompok HAM Reprieve, negara itu telah mengeksekusi 105 orang pada tahun ini, 44 di antaranya warga negara asing.
(mas)
Berita Terkait
Ulama Terkemuka Saudi...
Ulama Terkemuka Saudi Dipenjara, Putranya Desak Pangeran MBS Membebaskannya
Dulu Musuhan, Putra...
Dulu Musuhan, Putra Mahkota Arab Saudi dan Emir Qatar Kini Tertawa Bareng
Arab Saudi Dirudal Iran,...
Arab Saudi Dirudal Iran, Apa yang Dilakukan Putra Mahkota MBS?
Pangeran MBS Telepon...
Pangeran MBS Telepon Emir Qatar, Dukung Penuh Doha Melawan Israel
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Kunjungi Qatar yang Pernah Dimusuhi
Sumber Arab Saudi Sangkal...
Sumber Arab Saudi Sangkal MBS Desak AS Perang Berkepanjangan Melawan Iran
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
1 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
2 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
3 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
4 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
5 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved