Khamanei Kritik Presiden dan Menlu Iran

Kamis, 23 Mei 2019 - 05:24 WIB
Khamanei Kritik Presiden...
Khamanei Kritik Presiden dan Menlu Iran
A A A
TEHERAN - Pemimpin spiritual tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengkritik Presiden Iran Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Javad Zarif untuk pertama kalinya atas keprihatinannya tentang kesepakatan nuklir 2015. Khamenei mengatakan mereka tidak bertindak karena ingin melaksanakan perjanjian dengan kekuatan dunia.

Khamenei telah memberikan cap persetujuan secara implisit pada kesepakatan itu, yang penandatanganannya memicu perayaan spontan di seluruh Iran. Kesepakatan itu menyerukan Iran untuk membatasi pengayaan uraniumnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi yang melumpuhkan.

Tetapi kesepakatan berantakan sejak Trump menarik AS dan memberlakukan kembali sanksi lama serta menghasilkan sanksi baru yang lebih ketat.

"Hingga taraf tertentu, saya tidak percaya pada cara kesepakatan nuklir dilaksanakan. Saya berkali-kali mengingatkan presiden dan menteri luar negeri," kata Khamenei seperti dikutip dari VOA, Kamis (23/5/2019).

Khamenei sebelumnya telah memperingatkan bahwa Barat, terutama AS tidak dapat dipercaya. Namun ia tidak pernah menyalahkan politisi dan diplomat top Iran. Sebaliknya, ia malah menyebut keduanya telah melakukan yang terbaik yang mereka bisa.

Sejak Trump menarik AS tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi AS pada bulan November, pihak-pihak yang tersisa dalam kesepakatan itu tidak mampu menjaga kecepatan bantuan, dan ekonomi Iran telah dirugikan secara signifikan, terutama karena hilangnya pendapatan dari ekspor minyak dan risiko menimbulkan hukuman AS yang telah menghalangi perusahaan internasional untuk membuka toko di Iran.

Sementara pemimpin tertinggi Iran itu mengawasi perwakilan terpilih, peran utamanya dalam masyarakat adalah spiritual daripada politik. Khamenei mengakui hal itu dalam pidatonya Rabu malam, dengan mengatakan betapa gentingnya situasi meminta dia untuk berbicara.

"Keyakinan kami adalah bahwa kepemimpinan tidak harus masuk ke dalam masalah eksekutif, kecuali jika itu mempengaruhi seluruh revolusi," jelas Khamenei.

Tidak ada komentar langsung dari Rouhani, yang menjalani masa jabatan empat tahun keduanya sebagai presiden, atau Zarif terhadap kritik yang dilontarkan Khamenei.

Ketegangan meningkat antara Iran dan AS setelah Washington mengirim lebih banyak pasukan militer ke Timur Tengah, termasuk kapal induk, pembom B-52 dan rudal Patriot, dalam unjuk kekuatan terhadap apa yang dikatakan pejabat AS sebagai ancaman Iran terhadap pasukan dan kepentingannya di wilayah tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Iran Blokir Inspeksi...
Iran Blokir Inspeksi ke Situs Nuklir
Lima Tahun Kesepakatan...
Lima Tahun Kesepakatan Nuklir, Iran: Tidak akan Ada Negosiasi Ulang
Iran Tegaskan Siap Respon...
Iran Tegaskan Siap Respon Keras Setiap Pelanggaran Kesepakatan Nuklir
Rouhani: Jika Mau, Iran...
Rouhani: Jika Mau, Iran Bisa Memperkaya Uranium Hingga 90 Persen
Parlemen Iran Sahkan...
Parlemen Iran Sahkan UU Pengayaan Uranium Dekati Level Senjata Nuklir
JCPOA Tidak Cukup, Jerman...
JCPOA Tidak Cukup, Jerman Ingin Kesepakatan Nuklir 'Plus' dengan Iran
Berita Terkini
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
30 menit yang lalu
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
1 jam yang lalu
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
9 jam yang lalu
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
10 jam yang lalu
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
10 jam yang lalu
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
12 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved