Putin Salahkan Trump atas Memanasnya Eskalasi AS dengan Iran

Kamis, 16 Mei 2019 - 06:48 WIB
Putin Salahkan Trump...
Putin Salahkan Trump atas Memanasnya Eskalasi AS dengan Iran
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menyalahkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai penyebab memanasnya ketegangan militer antara Washington dan Teheran. Menurut pemimpin Kremlin tersebut akar penyebab itu adalah keluarnya Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir multinasional Iran 2015.

Putin menyarankan para pemimpin di Teheran untuk terus mematuhi kesepakatan nuklir yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) tersebut.

Kecaman Putin terhadap keputusan Trump itu disampaikan kepada wartawan setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Austria Alexander Van der Bellen. Dia mengatakan Iran berisiko meningkatkan kemungkinan konflik militer jika Teheran membatalkan bagian penting dari JCPOA.

Para pejabat Iran mengatakan pada pekan lalu bahwa jika komunitas dunia tidak mengerjakan ulang perjanjian nuklir dalam waktu 60 hari, maka Teheran akan mulai memperkaya uranium ke tingkat yang sepadan untuk pembuatan senjata.

"Saya telah berulang kali mengatakan dalam percakapan dengan mitra Iran bahwa, menurut pendapat saya, akan lebih rasional bagi Iran untuk tetap dalam perjanjian ini, tidak peduli apa (yang terjadi)," kata Putin, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (16/5/2019).

"Karena begitu Iran mengambil langkah pertama sebagai tanggapan, menyatakan menarik (diri dari kesepakatan nuklir), besok semua orang akan lupa bahwa Amerika Serikat adalah pemrakarsa penghancuran (kesepakatan), dan semuanya akan disalahkan pada Iran."

Putin, yang bertemu awal pekan ini dengan Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo di Sochi, mengatakan Rusia mendukung perjanjian nuklir itu. Namun, beban terberat untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir dan menghindari perang terletak pada AS.

"Kami tidak bisa menyelamatkan semuanya," kata Putin. “Terutama ketika itu tergantung pada orang lain juga. Kami melakukan bagian kami. Kami siap untuk terus memainkan peran positif," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Ogah Hadiri KTT Iran...
Ogah Hadiri KTT Iran Bentukan Putin, Trump Pilih Aktifkan Klausul Snapback
Menlu Iran Tantang Trump...
Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
Ancaman Serangan AS...
Ancaman Serangan AS Meningkat, Putin Bicara dengan Presiden Iran
Trump Surati Iran, Beri...
Trump Surati Iran, Beri Ultimatum 2 Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Jelang Lengser, Donald...
Jelang Lengser, Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Utama Iran
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
8 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
9 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
10 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
11 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
12 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved