Trump: Ramadhan Waktunya Harapan, Toleransi dan Kedamaian

Selasa, 14 Mei 2019 - 12:29 WIB
Trump: Ramadhan Waktunya...
Trump: Ramadhan Waktunya Harapan, Toleransi dan Kedamaian
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merayakan bulan Ramadhan pada Senin malam waktu setempat. Dalam kesempatan itu, ia menyatakan bahwa Ramadhan adalah waktu bagi semua orang bergabung dalam mengejar harapan, toleransi dan perdamaian.

Trump mengadakan acara berbuka puasa dan makan malam dengan para duta besar serta anggota korps diplomatik yang mewakili negara-negara mayoritas Muslim. Kegiatan ini telah rutin diadakan di Gedung Putih sejak pemerintahan Presiden Bill Clinton sebagai bentuk merangkul dunia Muslim.

Trump mengatakan baru-baru ini merupakan periode yang sulit bagi orang-orang dari semua agama. Dia mengutip serangan terhadap Muslim di Selandia Baru, Kristen di Sri Lanka dan Yahudi di California dan Pittsburgh.

"Dalam kenangan terhadap mereka, kami memutuskan untuk mengalahkan kejahatan terorisme dan persekusi agama sehingga semua orang dapat beribadah tanpa rasa takut, berdoa tanpa bahaya dan hidup dengan iman yang mengalir dari hati mereka," katanya seperti dikutip dari Fox News, Selasa (14/5/2019).

Sebelumnya Trump setelah mengkritik salah satu dari dua perempuan Muslim anggota Kongres, Rashida Tlaib dari Michigan. Tlaib dalam sebuah pernyataan menyebut orang-orang Yahudi pindah ke Palestina setelah Holocaust.

"Dia jelas memiliki kebencian yang luar biasa terhadap Israel dan orang-orang Yahudi. Dapatkah Anda bayangkan apa yang akan terjadi jika saya pernah mengatakan apa yang dia bilang, dan katakan?" cuit Trump.

Partai Republik memanfaatkan penggunaan kata-kata "perasaan menenangkan" ketika dia berpikir tentang "tragedi Holocaust," penderitaan leluhurnya di Palestina dan negara Israel.

Pernyataan itu langsung memicu pertarungan di dunia maya, dengan Partai Republik salah menggambarkan kata-kata Tlaib sebagai mencerminkan perasaannya tentang genosida yang menelan jutaan jiwa. Demokrat membela Tlaib, mengatakan kata-katanya telah dipelintir dan berubah menjadi kampanye noda-sayap kanan.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
25 menit yang lalu
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
1 jam yang lalu
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
2 jam yang lalu
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
2 jam yang lalu
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
3 jam yang lalu
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved