Erdogan Bilang Turki Segera Bersihkan Suriah dari Teroris

Sabtu, 11 Mei 2019 - 17:23 WIB
Erdogan Bilang Turki...
Erdogan Bilang Turki Segera Bersihkan Suriah dari Teroris
A A A
ANKARA - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki akan segera membersihkan Suriah dari semua kelompok teroris. Dia meminta sekutu NATO-nya untuk mendukung Ankara dalam perang melawan teror.

"Puluhan ribu senjata, kendaraan, dan peralatan diberikan secara gratis kepada kelompok-kelompok teror di Suriah utara yang kami lawan," kata Erdogan pada pertemuan buka puasa bersama para diplomat di Ankara, hari Jumat.

Pasokan senjata gratis pada teroris yang dia maksud itu adalah dukungan Amerika Serikat (AS) kepada pasukan Unit Perlindungan Rakyat (YPG), afiliasi Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Suriah, yang oleh Ankara dinyatakan sebagai kelompok teroris.

"Kami akan segera membersihkan daerah-daerah Suriah yang dilanda teror dan memberi 4 juta warga Suriah kesempatan untuk pulang," katanya, seperti dikutip dari Daily Sabah, Sabtu (11/5/2019).

Para pejabat Turki telah mengisyaratkan meluncurkan operasi militer ke wilayah YPG di sebelah timur Sungai Eufrat jika ancaman teroris berlanjut. Para pejabat tinggi di Ankara juga telah mendiskusikan rencana untuk membangun zona aman di Suriah utara yang bebas dari YPG untuk memastikan keamanan nasional.

YPG telah menjadi sekutu AS dalam memerangi ISIS atau Daesh. Dukungan Washington untuk pasukan Kurdi itu telah berulang kali ditentang Ankara.

Erdogan menekankan bahwa sebagai anggota NATO dan mitra strategis, Turki tidak dapat membiarkan sekutu-sekutunya salah bertindak. Dia secara khusus mengutip penjatuhan sanksi, seperti yang telah dilakukan AS.

"Yang kami inginkan adalah melihat persahabatan mereka yang mereka bilang adalah teman kami dan kesetiaan mereka yang mereka bilang bilang adalah sekutu kami," katanya.

Presiden Erdogan juga mengkritik standar ganda dalam perang melawan teror dan meningkatnya gerakan ekstremis di Barat, dengan menyindir bahwa YPG dan PKK ditoleransi dan bahkan didukung di seluruh Eropa.

"Muslim adalah korban terbesar di tingkat global perlakuan tidak adil, pendekatan berprasangka, generalisasi stereotip, diskriminasi, intoleransi, dan ujaran kebencian," kata Erdogan.

Dia menyerukan PBB dan negara-negara lain untuk mengakui 15 Maret sebagai "Hari Solidaritas Internasional melawan Islamofobia."

Berkenaan dengan tawaran Turki yang berkelanjutan untuk menjadi anggota di Uni Eropa, Erdogan mengatakan; "Keanggotaan Uni Eropa telah menjadi sasaran kebijakan luar negeri yang strategis bagi kami sejak awal."

Turki melamar menjadi anggota Uni Eropa pada tahun 1987 dan pembicaraan aksesi dimulai pada tahun 2005. Namun negosiasi terhenti pada tahun 2007 karena keberatan dari pemerintah Siprus Yunani di pulau Siprus dan penentangan dari Jerman dan Perancis.
(mas)
Berita Terkait
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Video, Penduduk dan...
Video, Penduduk dan Pasukan Suriah Cegat serta Usir Konvoi Pasukan AS
Mantan Pejuang ISIS...
Mantan Pejuang ISIS Bayar Rp114 Juta Per Orang untuk Bisa Bebas dari Penjara
Mengejutkan, Ocalan...
Mengejutkan, Ocalan Serukan PKK Letakkan Senjata dan Bubarkan Diri setelah Puluhan Tahun Melawan Turki
Bom Guncang Afrin Suriah,...
Bom Guncang Afrin Suriah, 40 Warga Sipil Tewas Termasuk 11 Anak
Erdogan Peringatkan...
Erdogan Peringatkan Operasi Baru di Suriah Jika Milisi Kurdi Tak Pergi
Berita Terkini
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
6 menit yang lalu
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
1 jam yang lalu
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
10 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
11 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
12 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
13 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved