Grup Lima Tuding Maduro Lindungi 'Kelompok Teroris' di Kolombia

Sabtu, 04 Mei 2019 - 11:39 WIB
Grup Lima Tuding Maduro...
Grup Lima Tuding Maduro Lindungi 'Kelompok Teroris' di Kolombia
A A A
LIMA - Blok regional Amerika, Grup Lima, menuduh pemerintah Presiden Venezuela Nicolas Maduro melindungi kelompok-kelompok teroris di Kolombia. Tudingan ini dilontarkan untuk mempertahankan tekanan kepada rezim Maduro setelah upaya pemberontakan militer gagal mendongkelnya dari kekuasaan beberapa hari lalu.

Blok tersebut tidak memberikan rincian tentang kelompok-kelompok teroris di Kolombia yang diduga dilindungi oleh Maduro.

Namun mereka mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa mereka menolak segala upaya untuk membunuh Presiden Kolombia Ivan Duque atau merusak keamanan regional.

Sebelumnya pada 27 April lalu, Duque mengatakan di Twitter bahwa bahan peledak yang meledak di sebuah pangkalan militer telah dirancang dari Venezuela. Ia menduga Maduro melindungi pemberontak ELN Kolombia.

Kelompok Lima, yang meliputi Kanada, Brasil, Argentina dan Chili, juga menegaskan bahwa mereka menentang intervensi militer untuk mengeluarkan Maduro dari kekuasaan, dan mendorong rakyat Venezuela untuk melanjutkan upaya untuk terus berjuang demi demokrasi.

"Proses ini harus dilakukan secara damai dan menghormati tatanan konstitusional di Venezuela," Menteri Luar Negeri Peru Nestor Popolizio mengatakan kepada wartawan setelah bertemu dengan rekan-rekannya dalam pertemuan Grup Lima di Peru seperti dikutip dari Global News, Sabtu (4/5/2019).

Kelompok Lima mendukung dorongan pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido untuk menggulingkan Maduro pada hari Selasa, yang gagal memicu pembelotan militer yang diperlukan untuk merebut kendali atas lembaga-lembaga utama.

Kelompok Lima mengatakan mereka ingin sekutu Maduro, Kuba, bergabung dalam upaya mengakhiri krisis politik di Venezuela, dan menyerukan pertemuan mendesak dengan Kelompok Kontak Internasional yang didukung Uni Eropa, yang telah lebih menekankan pada dialog untuk menemukan solusi.

Pemerintah Maduro tidak segera menanggapi permintaan komentar. Maduro sering menuduh pemimpin sayap kanan Kolombia Ivan Duque, Grup Lima dan Amerika Serikat berencana untuk menggulingkan pemerintahan sosialisnya.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Kolombia Sebut...
Presiden Kolombia Sebut Rezim Maduro Ingin Beli Rudal Iran
Pakar HI: Penangkapan...
Pakar HI: Penangkapan Maduro Tidak Sesuai dengan Piagam PBB
Ribuan Orang Berunjuk...
Ribuan Orang Berunjuk Rasa di Kolombia Menentang Imperialisme AS
Genting! 30.000 Pasukan...
Genting! 30.000 Pasukan Kolombia Dikerahkan ke Perbatasan Venezuela
Usai Maduro Diculik...
Usai Maduro Diculik AS, Kolombia Bersiap Terima Jutaan Pengungsi Venezuela
Negara Mana yang Menampung...
Negara Mana yang Menampung Warga Venezuela Paling Banyak?
Berita Terkini
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
1 jam yang lalu
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
1 jam yang lalu
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
2 jam yang lalu
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
2 jam yang lalu
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
3 jam yang lalu
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved