Korut Peringatkan AS: Ubah Sikap atau Rasakan Konsekuensi

Rabu, 01 Mei 2019 - 06:16 WIB
Korut Peringatkan AS:...
Korut Peringatkan AS: Ubah Sikap atau Rasakan Konsekuensi
A A A
PYONGYANG - Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara (Korut) Choe Son Hui memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk mengubah sikap dalam perundingan lanjutan denuklirisasi pada akhir tahun ini. Jika gagal melakukannya, maka Washington akan merasakan konsekuensi yang tidak diinginkan.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah menetapkan batas waktu akhir tahun bagi Amerika Serikat untuk menunjukkan lebih banyak fleksibilitas setelah pertemuan puncak keduanya dengan Presiden Donald Trump di Hanoi, Vietnam. Pertemuan di Hanoi gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri program nuklir Pyongyang dengan imbalan keringanan sanksi.

Namun, Trump dan Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo telah mengesampingkan tenggat waktu, dan menyerukan Kim Jong-un mengambil tindakan atas janjinya untuk melakukan denuklirisasi. Negara komunis itu sudah bertahun-tahun mengembangkan program senjata nuklir dan rudal yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Choe mengatakan Amerika Serikat harus "mengubah jalur" jika negosiasi gagal. "Mengubah jalur bukanlah hak istimewa yang hanya dimiliki Amerika Serikat, tetapi itu bisa menjadi pilihan kami sendiri jika kami mengambil keputusan," katanya yang dikutip dari KCNA, Selasa (1/5/2019).

"Jika Amerika Serikat gagal membangun kembali posisinya dalam timeline yang kami berikan, mereka akan melihat konsekuensi yang benar-benar tidak diinginkan," ujarnya.

Dia juga mengatakan tekad Korea Utara untuk melakukan denuklirisasi tetap tidak berubah. Menurutnya, denukliriasi akan terjadi bila saatnya tiba, namun hanya terjadi jika Amerika Serikat mengubah perhitungannya saat ini.

"Kami tahu jalan yang akan kami ambil, tetapi kami hanya ragu untuk memilih karena kami telah menetapkan batas waktu untuk Amerika Serikat," kata Choe.

Korea Utara telah mencari kesepakatan untuk meringankan sanksi sebagai imbalan atas pembongkaran beberapa fasilitas nuklirnya. Namun, Trump menyatakan sanksi akan dicabut jika Pyongyang menyerahkan semua senjata nuklirnya ke Amerika Serikat.

Pyongyang sebelumnya menolak Pompeo terlibat dalam negosiasi terkait denukliriasi Korea Utara. Tapi, diplomat top Amerika itu pada hari Senin menegaskan kembali bahwa dia masih bertanggung jawab atas tim negosiasi AS.

"Presiden harus memutuskan itu," katanya dalam sebuah wawancara dengan The Hill. "Kami tidak bisa memutuskan siapa rekan saya, dan Presiden Trump akan memutuskan siapa yang akan mewakili Amerika."
(mas)
Berita Terkait
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Bom B61-12 Memungkinkan...
Bom B61-12 Memungkinkan Trump Rampas Senjata Nuklir Korut
Donald Trump Ingin Lucuti...
Donald Trump Ingin Lucuti Senjata Korut, Kim Jong-un Justru Janji Perbanyak Bom Nuklir
Jenderal AS: Kemampuan...
Jenderal AS: Kemampuan Senjata Nuklir Korea Utara Maju Pesat
Kim Jong-un Mau Berunding...
Kim Jong-un Mau Berunding dengan Trump Asalkan Tak Dipaksa Luncuti Senjata Nuklir Korut
Berita Terkini
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
44 menit yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
1 jam yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
2 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
3 jam yang lalu
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
5 jam yang lalu
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
6 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved