Iran: Tekanan AS Tidak akan Bawa Teheran ke Meja Perundingan
Senin, 29 April 2019 - 18:25 WIB
Iran: Tekanan AS Tidak akan Bawa Teheran ke Meja Perundingan
A
A
A
TEHERAN - Kepala Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran (IRGC), Jenderal Qasem Soleimani mengecam kebijakan berbasis yang diambil Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran. Dia mengatakan, Iran tidak akan terlibat dalam pembicaraan di bawah tekanan.
AS terus meningkatkan tekanan terhadap Iran, pasca Washington meninggalkan kesepakatan nuklir. Terbaru, AS memutuskan untuk mengakhiri keringanan sanksi yang diberikan kepada negara-negara pembeli minyak mentah Teheran.
Dengan pencabutan keringanan ini, maka semua negara yang melakukan kerjasama dengan Iran, khususnya dalam hal pembelian minyak, akan turut terkena sanksi Washinghton.
"Dengan memberikan tekanan ekonomi pada Iran, AS ingin memaksa kami untuk melakukan pembicaraan dengan negara ini. Setiap negosiasi dalam keadaan itu berarti menyerah kepada Amerika dan itu tidak akan pernah terjadi," ucap Soleimani, seperti dilansir Sputnik pada Senin (29/4).
Sementara itu, sebelumnyaMenteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan menarik diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) adalah salah satu pilihan Teheran. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya sanksi AS terhadap Teheran.
NPT, yang mulai berlaku pada tahun 1970, dan diperpanjang tanpa batas pada tahun 1995, bertujuan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir dan teknologi senjata, mendorong penggunaan energi nuklir secara damai dan perlucutan nuklir.
"Pilihan Iran sangat banyak, dan otoritas negara mempertimbangkannya dan meninggalkan NPT adalah salah satunya," kata Zarif.
AS terus meningkatkan tekanan terhadap Iran, pasca Washington meninggalkan kesepakatan nuklir. Terbaru, AS memutuskan untuk mengakhiri keringanan sanksi yang diberikan kepada negara-negara pembeli minyak mentah Teheran.
Dengan pencabutan keringanan ini, maka semua negara yang melakukan kerjasama dengan Iran, khususnya dalam hal pembelian minyak, akan turut terkena sanksi Washinghton.
"Dengan memberikan tekanan ekonomi pada Iran, AS ingin memaksa kami untuk melakukan pembicaraan dengan negara ini. Setiap negosiasi dalam keadaan itu berarti menyerah kepada Amerika dan itu tidak akan pernah terjadi," ucap Soleimani, seperti dilansir Sputnik pada Senin (29/4).
Sementara itu, sebelumnyaMenteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan menarik diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) adalah salah satu pilihan Teheran. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya sanksi AS terhadap Teheran.
NPT, yang mulai berlaku pada tahun 1970, dan diperpanjang tanpa batas pada tahun 1995, bertujuan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir dan teknologi senjata, mendorong penggunaan energi nuklir secara damai dan perlucutan nuklir.
"Pilihan Iran sangat banyak, dan otoritas negara mempertimbangkannya dan meninggalkan NPT adalah salah satunya," kata Zarif.
(esn)