Usai Digulingkan, Omar al-Bashir Dipenjara dan Saudaranya Ditangkapi

Kamis, 18 April 2019 - 04:45 WIB
Usai Digulingkan, Omar...
Usai Digulingkan, Omar al-Bashir Dipenjara dan Saudaranya Ditangkapi
A A A
KHARTOUM - Nasib tragis dialami presiden terguling Sudan, Omar al-Bashir. Usai digulingkan melalui revolusi rakyat, Bashir yang semula berstatus tahanan rumah kini dijebloskan ke penjara.

Tak hanya itu, penguasa Sudan yang saat ini dikendalikan militer juga menangkap dua saudara Bashir. Penangkapan berlangsung ketika ratusan orang turun ke jalan di Ibu Kota Sudan, Khartoum, menyerukan penyerahan kekuasaan dengan cepat ke kepemimpinan sipil.

Shams Eldin Kabashi, juru bicara dewan militer transisi, mengatakan pada hari Rabu bahwa dua saudara Bashir, Abdullah al-Bashir dan Alabas al-Bashir, ditangkap dan ditahan sebagai bagian dari kampanye penangkapan yang berkelanjutan terhadap simbol dan pemimpin rezim sebelumnya.

Pengumuman itu muncul ketika sumber di Sudan mengatakan Bashir yang bertatus tahanan rumah sudah dipindahkan ke penjara Kobar di Khartoum utara.

Seorang mantan menteri Sudan mengatakan kepada kantor berita Associated Press (AP) bahwa Bashir—yang digulingkan oleh militer setelah berbulan-bulan protes terhadap kekuasaannya yang hampir 30 tahun—dipindahkan ke penjara keamanan maksimum pada Selasa malam.

Seorang penjaga di penjara Kobar mengonfirmasi penahanan presiden terguling tersebut. "Saya melihat Presiden Omar al-Bashir dibawa bersama lusinan perwira tentara," kata penjaga itu kepada Al Jazeera, tanpa disebutkan namanya.

Belum ada pernyataan resmi dari penguasa militer terkait keberadaan Bashir.

Militer menegaskan tidak akan mengekstradisi pemimpin yang digulingkan itu ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk menghadapi tuduhan kejahatan perang dan genosida di wilayah Darfur. Sebaliknya, Bashir akan diadili di pengadilan Sudan.

Sementara itu, ratusan orang bergabung dalam pawai bersama dokter dan petugas kesehatan menuju tempat duduk di luar markas tentara, yang telah menjadi pusat pemberontakan rakyat Sudan. Banyak dari mereka mengenakan mantel putih dan mengibarkan bendera Sudan.

"Kebebasan, perdamaian, keadilan dan revolusi adalah pilihan rakyat," teriak para demonstran. Para wartawan juga mengadakan rapat umum terpisah di Khartoum yang menyerukan kebebasan pers.

Aya Abdel Aziz, seorang mahasiswa kedokteran berusia 22 tahun, mengatakan dia memutuskan untuk bergabung dalam pawai yang dimulai dari Universitas Khartoum untuk mendesak penyerahan kekuasaan kepada rakyat.

"Permintaan kami adalah agar perempuan memiliki perwakilan di dewan transisi sipil," katanya kepada kantor berita AP yang dilansir Kamis (18/4/2019).
(mas)
Berita Terkait
Sudan Nyatakan Utusan...
Sudan Nyatakan Utusan PBB sebagai Persona Non Grata
Sekjen PBB Desak Pihak...
Sekjen PBB Desak Pihak Bertikai di Sudan Kembali ke Meja Perundingan
Sedikitnya 151 Orang...
Sedikitnya 151 Orang Tewas dalam Perang Suku di Sudan
12 Juta Warga Sudan...
12 Juta Warga Sudan Hadapi Ancaman Kelaparan Parah
3 Staf PBB Tewas di...
3 Staf PBB Tewas di Sudan
Kepala HAM PBB Khawatirkan...
Kepala HAM PBB Khawatirkan Ketegangan di Sudan
Berita Terkini
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
8 menit yang lalu
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
55 menit yang lalu
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
1 jam yang lalu
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
2 jam yang lalu
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
2 jam yang lalu
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved