Sedikitnya 151 Orang Tewas dalam Perang Suku di Sudan

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 10:05 WIB
loading...
Sedikitnya 151 Orang...
Sedikitnya 151 orang tewas dalam perang suku di Sudan. Foto/Ilustrasi
A A A
KHARTOUM - Sumber-sumber medis mengatakan sedikitnya 151 orang tewas dan 86 terluka dalam pertempuran di negara bagian Nil Biru di Sudan selama beberapa hari terakhir. Pecahnya kekerasan terbaru ini mengguncang daerah terpencil yang dilanda konflik.

Meskipun kesepakatan damai telah ditandatangani pada tahun 2020 dengan beberapa kelompok pemberontak Sudan di wilayah Darfur barat dan di Nil Biru serta Kordofan selatan, perang antar suku terus meningkat.

Analis menyalahkan pertempuran pada masalah yang belum terselesaikan terkait tanah dan kewarganegaraan serta militerisasi kelompok suku. Kondisi mengancam ini akan semaki mengacaukan negara yang telah berada dalam kekacauan politik dan ekonomi sejak militer merebut kekuasaan dan membubarkan pemerintah yang dipimpin sipil setahun yang lalu.



Negara bagian Nil Biru telah menyaksikan bentrok antar suku atas sengketa tanah pada Juli lalu, dan meletus pada September, yang dikatakan oleh PBB mengakibatkan 149 orang tewas dan hampir 65.000 mengungsi awal bulan ini.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (22/10/2022), dalam sebuah pernyataan PBB mengatakan perang suku terbaru pecah pada satu minggu lalu tepatnya pada 13 Oktober. Perang ini melibatkan suku Hausa dan Hamaj selain suku lain di daerah Wad Almahi selama beberapa hari.

Saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa bentrokan berlanjut pada hari Rabu. Sumber-sumber medis mengatakan kepada Reuters bahwa mereka yang tewas termasuk wanita dan anak-anak, dengan tanda-tanda luka tembak, terbakar, dan ditikam.



Awal pekan ini, kekerasan berkobar di provinsi selatan lainnya, Kordofan Barat, menyusul perselisihan suku atas tanah. Militer Sudan menuduh kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Abdelaziz al-Hilu, yang tidak menandatangani perjanjian, memperburuk konflik, sementara kelompok itu dalam sebuah pernyataan menuduh Pasukan Dukungan Cepat paramiliter.

PBB mengatakan bahwa setidaknya 36.500 telah meninggalkan Lagowa, lokasi kekerasan, dan 19 tewas serta 34 terluka.

“Perdamaian berkelanjutan tidak akan mungkin terjadi tanpa pemerintah kredibel yang berfungsi penuh yang memprioritaskan kebutuhan masyarakat lokal termasuk keamanan (dan) mengatasi akar penyebab konflik,” kata misi khusus PBB dalam sebuah tweet yang mengomentari insiden di kedua negara bagian.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perang Panas Trump dan...
Perang Panas Trump dan Iran Bisa Picu Kiamat Inflasi?
Putin Usul PBB Memerintah...
Putin Usul PBB Memerintah Sementara Ukraina, Ini Tujuan Pentingnya
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan 3 Hari
5 Strategi Baru China...
5 Strategi Baru China untuk Invasi Taiwan pada 2027, dari Dermaga yang Bisa Dipindahkan hingga Pemotong Kabel Laut
10 Hewan yang Jadi Sekutu...
10 Hewan yang Jadi Sekutu Terbaik dalam Perang, dari Bom Kelelawar hingga Lumba Mata-mata
15 Hewan yang Dijadikan...
15 Hewan yang Dijadikan Alat Perang, dari Anjing hingga Merpati
Bos Pentagon Tawarkan...
Bos Pentagon Tawarkan Pilihan antara Departemen Perang dan Pertahanan
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
Arus Balik di Cipali-Palikanci...
Arus Balik di Cipali-Palikanci dan Pantura Cirebon Ramai Lancar
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
3 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
5 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
6 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
6 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
7 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
8 jam yang lalu
Infografis
Danau Laguna Verde,...
Danau Laguna Verde, Danau Paling Beracun di Dunia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved