Peretas Dilaporkan Curi Data Pribadi Ribuan Agen FBI dan Polisi

Minggu, 14 April 2019 - 05:32 WIB
Peretas Dilaporkan Curi...
Peretas Dilaporkan Curi Data Pribadi Ribuan Agen FBI dan Polisi
A A A
WASHINGTON - Sekelompok peretas, yang terdiri lebih dari 10 orang, telah membobol situs FBI Nation Academy Association, sebuah organisasi yang mempromosikan kepemimpinan dan pelatihan penegakan hukum federal dan lokal di fasilitas FBI di Quantico. Mereka mencuri catatan pribadi sekurang-kurangnya ribuan agen FBI dan petugas penegak hukum. Demikian yang dilaporkan situs majalah TechCrunch.

TechCrunch mengindikasikan mengetahui setidaknya tiga situs yang diretas dan melihat sekitar 4.000 catatan unik. Namun TechCrunch menolak memberikan tautan salah satu situs mengacu pada sifat sensitivitas data tersebut.

Dikutip dari laman Sputnik, Minggu (14/4/2019), catatan pribadi yang dicuri itu berisi nama agen FBI dan petugas polisi, alamat email pribadi dan pemerintah, jabatan, nomor telepon, dan alamat pos mereka.

TechCrunch berhasil menghubungi salah satu peretas, yang terlibat dalam pembobolan situs, mengklaim bahwa kelompoknya meretas lebih dari 1.000 situs dan mencuri lebih dari satu juta data pegawai pemerintah AS, tidak terbatas pada FBI atau pelaksana undang-undang.

Peretas itu mengatakan sedang memilah data yang akan dijual nantinya, tetapi telah menerbitkan data-data itu sebagai penggoda untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki sesuatu yang menarik di tangan mereka.

Kontak tersebut menjelaskan bahwa mereka menggunakan berbagai eksploit dan plugin situs web kedaluwarsa untuk membobol dan mencuri data, mengirimkan TechCrunch beberapa tautan sebagai bukti. Salah satunya mengarah ke subdomain milik raksasa manufaktur elektronik yang berbasis di Taiwan, Foxconn.

Menurut majalah itu, para peretas tampaknya tidak khawatir tentang bahaya yang mungkin terjadi pada agen penegak hukum, yang kredensial mereka mungkin terungkap sebagai hasil peretasan tersebut. Peretas itu mencatat bahwa kelompoknya melakukan hal tersebut untuk pengalaman dan uang.

Lebih dari setahun yang lalu, majalah Jerman Spiegel juga melaporkan bahwa peretas telah berhasil mencuri dokumen yang berkaitan dengan pembicaraan Brexit Uni Eropa-Inggris dan catatan pembicaraan Uni Eropa-Belarus, Uni Eropa-Ukraina. Media mengklaim peretasan terjadi meskipun ada upaya dari dinas intelijen Jerman dan mereka melacaknya mengarah ke kelompok peretas Turla, yang diduga terkait dengan Rusia.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
37 menit yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
1 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
4 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
5 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
6 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
7 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved