Menlu AS PeDe Bakal Ada Pertemuan Trump-Jong-un Jilid Tiga
Minggu, 07 April 2019 - 11:59 WIB
Menlu AS PeDe Bakal Ada Pertemuan Trump-Jong-un Jilid Tiga
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, yakin akan ada pertemuan ketiga dengan Korea Utara (Korut) guna menegosiasikan denuklirisasi. Sebelumnya, pertemuan jilid dua kedua negara di Vietnam dua bulan lalu berujung pada kegagalan.
"Saya yakin akan ada," kata Pompeo dalam sebuah wawancara dengan CBS News ketika ditanya apakah akan ada pertemuan puncak ketiga antara Presiden Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un.
Pompeo mengatakan tidak tahu kapan pertemuan itu bisa terwujud, meskipun ia berharap itu akan segera terjadi.
"Lihat, kita keluar dari Hanoi dengan pemahaman yang lebih dalam satu sama lain, posisi yang dimiliki kedua belah pihak. Kedua pemimpin mampu membuat kemajuan dalam hal itu. Kita tidak sampai sejauh yang diminta dunia," ia menambahkan seperti dikutip dari The Hill, Minggu (7/4/2019).
Trump dan Jong-un tampak mendekati kesepakatan tentang perlucutan senjata nuklir Korut di Hanoi pada Februari lalu, tetapi ketidaksepakatan atas bantuan sanksi bagi negara Asia itu membatalkan semua kesepakatan. Kedua pemimpin juga bertemu di Singapura pada tahun 2017 untuk menegaskan komitmen mereka untuk mencapai kesepakatan, meskipun pertemuan menghasilkan beberapa hal yang tidak spesifik.
Pompeo mengaku tidak berkecil hati dengan hasil pertemuan di Hanoi. Menurutnya masih ada rasa lapar di kedua belah pihak untuk membuat kemajuan dalam masalah ini.
"Ini negosiasi, dan kita selalu tahu ini akan memakan waktu, jadi saya tidak tahu bahwa saya kecewa. Anda selalu berharap Anda akan membuat kemajuan lebih cepat, lebih baik. Anda tahu bahwa dalam setiap interaksi Anda memiliki," tutur Pompeo politis.
"Kami bertekad. Saya yakin Korea Utara juga bertekad. Ketua Kim telah berjanji kepada saya, dia berjanji kepada Presiden Trump bahwa dia akan melakukan denuklirisasi. Sekarang, misi tim saya untuk memastikan hal itu terjadi," imbuhnya.
Pompeo menegaskan AS belum berniat untuk mencabut sanksi terhadap Korut sampai denuklirisasi lengkap dapat diverifikasi.
"Saya yakin akan ada," kata Pompeo dalam sebuah wawancara dengan CBS News ketika ditanya apakah akan ada pertemuan puncak ketiga antara Presiden Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un.
Pompeo mengatakan tidak tahu kapan pertemuan itu bisa terwujud, meskipun ia berharap itu akan segera terjadi.
"Lihat, kita keluar dari Hanoi dengan pemahaman yang lebih dalam satu sama lain, posisi yang dimiliki kedua belah pihak. Kedua pemimpin mampu membuat kemajuan dalam hal itu. Kita tidak sampai sejauh yang diminta dunia," ia menambahkan seperti dikutip dari The Hill, Minggu (7/4/2019).
Trump dan Jong-un tampak mendekati kesepakatan tentang perlucutan senjata nuklir Korut di Hanoi pada Februari lalu, tetapi ketidaksepakatan atas bantuan sanksi bagi negara Asia itu membatalkan semua kesepakatan. Kedua pemimpin juga bertemu di Singapura pada tahun 2017 untuk menegaskan komitmen mereka untuk mencapai kesepakatan, meskipun pertemuan menghasilkan beberapa hal yang tidak spesifik.
Pompeo mengaku tidak berkecil hati dengan hasil pertemuan di Hanoi. Menurutnya masih ada rasa lapar di kedua belah pihak untuk membuat kemajuan dalam masalah ini.
"Ini negosiasi, dan kita selalu tahu ini akan memakan waktu, jadi saya tidak tahu bahwa saya kecewa. Anda selalu berharap Anda akan membuat kemajuan lebih cepat, lebih baik. Anda tahu bahwa dalam setiap interaksi Anda memiliki," tutur Pompeo politis.
"Kami bertekad. Saya yakin Korea Utara juga bertekad. Ketua Kim telah berjanji kepada saya, dia berjanji kepada Presiden Trump bahwa dia akan melakukan denuklirisasi. Sekarang, misi tim saya untuk memastikan hal itu terjadi," imbuhnya.
Pompeo menegaskan AS belum berniat untuk mencabut sanksi terhadap Korut sampai denuklirisasi lengkap dapat diverifikasi.
(ian)