Sasar Sektor Minyak Venezuela, AS Sanksi 2 Perusahaan dan 35 Kapal

Sabtu, 06 April 2019 - 08:31 WIB
Sasar Sektor Minyak...
Sasar Sektor Minyak Venezuela, AS Sanksi 2 Perusahaan dan 35 Kapal
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi pada 34 kapal yang dimiliki atau dioperasikan oleh perusahaan minyak milik Venezuela, PetrĂ³leos de Venezuela atau PDVSA. AS juga menjatuhkan sanksi pada dua perusahaan dan kapal yang mengirimkan minyak ke Kuba pada bulan Februari dan Maret.

Sanksi baru ini bertujuan untuk menghentikan pasokan minyak mentah yang sangat penting bagi Venezuela sekaligus meningkatkan tekanan kepada pemerintah Presiden Nicolas Maduro.

"Departemen Keuangan mengambil tindakan terhadap kapal-kapal dan entitas-entitas yang mengangkut minyak, menyediakan garis hidup untuk menjaga rezim Maduro yang ilegal tetap bertahan," kata Menteri Keuangan Steve Mnuchin dalam sebuah pernyataan.

"Kuba terus mendapat untung dari, dan menopang, rezim Maduro yang tidak sah melalui skema minyak-untuk-penindasan ketika mereka berusaha untuk menjaga Maduro tetap berkuasa," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (6/4/2019).

Putaran terbaru sanksi AS, yang diumumkan sebelumnya oleh Wakil Presiden Mike Pence dalam pidatonya di Houston, bertujuan untuk merusak pemerintah Maduro setelah Amerika Serikat dan sebagian besar negara Barat mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden Venezuela yang sah.

Venezuela telah mengalami krisis sosial-ekonomi selama beberapa tahun terakhir, disertai dengan hiperinflasi dan devaluasi mata uang nasional. Situasi semakin rumit tahun ini ketika konfrontasi antara pemerintah dan lawan politik mereka menjadi lebih akut.

Juan Guaido, pemimpin oposisi sekaligus pemimpin parlemen Venezuela, menyatakan dirinya sebagai presiden sementara pada aksi demonstrasi di Ibu Kota negara itu, Caracas, pada tanggal 23 Januari. Beberapa negara, termasuk AS, Anggota kelompok Lima (tidak termasuk Meksiko), serta Organisasi Negara-negara Amerika, mengakuinya sebagai presiden.

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengecam tindakan-tindakan ini sebagai upaya kudeta dan mengatakan bahwa ia memutuskan hubungan diplomatik dengan AS. Maduro mendapat dukungan dari Rusia, Belarus, Bolivia, Iran, China, Kuba, Nikaragua, El Salvador, Suriah, dan Turki.
(ian)
Berita Terkait
Operasi AS: Demi Berantas...
Operasi AS: Demi Berantas Narkoba atau Incar Minyak Venezuela?
Venezuela Marah Jet...
Venezuela Marah Jet Militer Amerika Serikat Langgar Wilayah Udaranya
Kemenangan Mamdani,...
Kemenangan Mamdani, Sinyal Perlawanan ke Pemerintah Federal AS?
Ribuan Migran Venezuela...
Ribuan Migran Venezuela Nekat Menyeberang Ke AS
Maduro Klaim AS Dorong...
Maduro Klaim AS 'Dorong' Istrinya untuk Ceraikan Dia
Venezuela Ancam Berikan...
Venezuela Ancam Berikan 'Respon yang Layak' kepada Angkatan Laut AS
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
1 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
2 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
3 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
4 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
5 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
8 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved