Keamanan Bermasalah, AS Kandangkan Seluruh Bomber B-1B Lancer
Sabtu, 30 Maret 2019 - 14:59 WIB
Keamanan Bermasalah, AS Kandangkan Seluruh Bomber B-1B Lancer
A
A
A
WASHINGTON - Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) mengandangkan seluruh pesawat pembom (bomber) Rockwell B-1B Lancer karena masalah keamanan dengan kursi pelontarnya. Pengandangan armada pesawat ini tercatat sudah yang kedua kalinya dalam 12 bulan terakhir.
Komando Serangan Global Angkatan Udara (USAF) memerintahkan safety stand-down armada B-1B Lancer pada 28 Maret 2019. Layanan ini mengatakan bahwa selama inspeksi rutin teridentfikasi bahwa potensi masalah terjadi pada sistem saluran katak kursi pelontar.
Sebagai tindakan pencegahan, USAF mengarahkan inspeksi menyeluruh ke sistem entire egress atau seluruh jalan keluar.
Menurut USAF, masalah terbaru ini menjadi masalah prosedural dan tidak terkait dengan masalah sebelumnya yakni soal komponen kursi pelontar yang tidak berfungsi.
Pada Juni 2018, USAF menangguhkan penerbangan bomber B-1B selama sekitar satu setengah minggu setelah pendaratan darurat B-1B di Midland International Air and Space Port di Texas pada 1 Mei. Pesawat itu telah menerbangkan setidaknya satu pintu keluar tanpa meluncurkan kursi pelontarnya. Keempat anggota kru mendarat dengan selamat.
“Safety stand-down akan memberi waktu yang diperlukan bagi teknisi perawatan dan peralatan penerbangan awak untuk memeriksa setiap pesawat secara menyeluruh,” kata USAF dalam sebuah pernyataan.
"Ketika inspeksi ini selesai dan masalah apa pun diselesaikan, pesawat akan kembali ke penerbangan," ujarnya, seperti dikutip dari Flight Global, Sabtu (30/3/2019).
B-1B adalah pesawat pembom strategis yang tidak lagi dilengkapi sistem untuk mebawa senjata nuklir. Sebaliknya, USAF menggunakan B-1B di wilayah udara yang tidak dijaga dan untuk meluncurkan rudal jarak jauh di sasaran di darat atau pun di laut. Pesawat ini juga baru-baru ini menjatuhkan bom presisi di Irak, Suriah, dan Afghanistan.
Komando Serangan Global Angkatan Udara (USAF) memerintahkan safety stand-down armada B-1B Lancer pada 28 Maret 2019. Layanan ini mengatakan bahwa selama inspeksi rutin teridentfikasi bahwa potensi masalah terjadi pada sistem saluran katak kursi pelontar.
Sebagai tindakan pencegahan, USAF mengarahkan inspeksi menyeluruh ke sistem entire egress atau seluruh jalan keluar.
Menurut USAF, masalah terbaru ini menjadi masalah prosedural dan tidak terkait dengan masalah sebelumnya yakni soal komponen kursi pelontar yang tidak berfungsi.
Pada Juni 2018, USAF menangguhkan penerbangan bomber B-1B selama sekitar satu setengah minggu setelah pendaratan darurat B-1B di Midland International Air and Space Port di Texas pada 1 Mei. Pesawat itu telah menerbangkan setidaknya satu pintu keluar tanpa meluncurkan kursi pelontarnya. Keempat anggota kru mendarat dengan selamat.
“Safety stand-down akan memberi waktu yang diperlukan bagi teknisi perawatan dan peralatan penerbangan awak untuk memeriksa setiap pesawat secara menyeluruh,” kata USAF dalam sebuah pernyataan.
"Ketika inspeksi ini selesai dan masalah apa pun diselesaikan, pesawat akan kembali ke penerbangan," ujarnya, seperti dikutip dari Flight Global, Sabtu (30/3/2019).
B-1B adalah pesawat pembom strategis yang tidak lagi dilengkapi sistem untuk mebawa senjata nuklir. Sebaliknya, USAF menggunakan B-1B di wilayah udara yang tidak dijaga dan untuk meluncurkan rudal jarak jauh di sasaran di darat atau pun di laut. Pesawat ini juga baru-baru ini menjatuhkan bom presisi di Irak, Suriah, dan Afghanistan.
(mas)