Ilhan Omar Serukan Umat Muslim 'Naikkan Neraka' di AS

Selasa, 26 Maret 2019 - 12:06 WIB
Ilhan Omar Serukan Umat...
Ilhan Omar Serukan Umat Muslim 'Naikkan Neraka' di AS
A A A
CALIFORNIA - Anggota Parlemen dari komunitas Muslim, Ilhan Abdullahi Omar, kembali membuat komentar kontroversial ketika berbicara di acara penggalangan dana Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) di California. Politisi perempuan ini menyerukan umat Muslim AS untuk "menaikkan neraka" di negara tersebut.

Omar dari Partai Demokrat adalah salah satu dari dua anggota parlemen Muslim di Kongres Amerika Serikat saat ini. Menurutnya, seruan itu dibuat untuk membuat orang tidak nyaman dalam menghadapi diskriminasi.

"Jadi, bagi saya, saya bilang naikkan neraka. Membuat orang tidak nyaman," kata Omar dalam pidatonya, yang dilansir Sputnik, Selasa (26/3/2019) dari Washington Times.

"Karena inilah kebenarannya, inilah kebenarannya. Terlalu lama, kita telah hidup dengan ketidaknyamanan menjadi warga negara kelas dua, dan terus terang saya bosan, dan setiap Muslim di negara ini harus bosan," sambung Omar yang disambut riuh dari hadirin.

Dia juga mengatakan Presiden AS Donald John Trump memikul tanggung jawab atas penembakan di dua masjid di Selandia Baru pada 15 Maret lalu.

"Alasannya saya pikir banyak dari kita tahu ini bahwa yang menjadi lebih buruk adalah kita akhirnya memiliki pemimpin, pemimpin dunia di Gedung Putih, yang secara terbuka mengatakan bahwa Islam membenci kita, yang memicu kebencian terhadap Muslim," katanya.

Omar tidak merinci apa yang dia maksud dengan "menaikkan neraka". Namun, banyak pengguna Twitter yang mengaku Muslim keberatan dengan pidatonya. Menurut mereka, para Muslim di AS harus berupaya keras untuk menciptakan citra yang ramah tentang diri mereka sendiri dan itulah yang harus mereka lakukan sebagai gantinya.

"Saya seorang muslim dan @IlhanMN semuanya salah. Muslim di Barat harus bekerja sangat keras sehingga setiap orang tidak punya pilihan selain menyukai mereka. Itulah yang membuat saya sekolah kedokteran. Itu tidak berarti membangkitkan neraka. Saya harap dia mengatakan itu secara metaforis dan tidak secara harfiah," tulis warga Muslim AS, Hamza Khan, via akun Twitter-nya, @HamzaK_HK.

Ketika Omar berpidato, ratusan pemrotes yang membawa bendera Amerika dan Israel, serta berbagai atribut terkait Trump, berunjuk rasa di luar. Mereka menuduh Omar membuat ujaran kebencian dan anti-Semitisme.

"Omar Equals Hate," bunyi salah satu spanduk yang dibawa demonstran. "Ilhan membenci Israel," bunyi spanduk lainnya.

Omar baru-baru ini mendapat kecaman karena menganggap lobi Israel yang kuat menggunakan uang untuk memengaruhi para politisi AS. Pernyataan itu telah dikutuk sebagai ujaran anti-Semit.
(mas)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Israel Setujui Pembangunan...
Israel Setujui Pembangunan Permukiman Baru di Golan, Dinamai 'Trump Heights'
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Kenapa Presiden Amerika...
Kenapa Presiden Amerika Serikat Selalu Pro-Israel?
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
1 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
2 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
3 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
4 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
5 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
5 jam yang lalu
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved