Dilarang, Perempuan Selandia Baru Ini Malah Impor 20 Senjata Semi Otomatis

Sabtu, 23 Maret 2019 - 08:33 WIB
Dilarang, Perempuan...
Dilarang, Perempuan Selandia Baru Ini Malah Impor 20 Senjata Semi Otomatis
A A A
WELLINGTON - Seorang pengusaha wanita berusaha mengimpor 20 senjata semi otomatis gaya militer dan 100 magazine amunisi ke Selandia Baru sebelum seorang hakim menghentikan kesepakatan tersebut. Hal itu terungkap dari sebuah keputusan pengadilan yang baru dirilis.

Itu adalah jenis senjata yang sama dengan Perdana Menteri Jacinda Ardern umumkan pelarangannya pada minggu ini. Senjata semi otomat digunakan untuk membunu 50 orang dan melukai puluhan lainnya dalam serangan teror 15 Maret di dua masjid Christchurch.

Legislasi akan diloloskan Parlemen di bawah urgensi dan Ardern mengharapkan undang-undang baru akan berlaku pada 11 April.

Namun, mundur ke April 2017, warga Selandia Baru masih dapat mengimpor dan membeli senapan semi-otomatis (MSSA) gaya militer jika mereka memiliki lisensi yang benar.

Jennifer Clark adalah salah satu dari orang tersebut - pedagang senjata api berlisensi.

Bersama dengan suaminya, Paul Clark, dia memiliki NZ Ammunition Ltd, atau NZ Ammo, yang mengimpor senjata, amunisi, bahan peledak dan peralatan serta persediaan terkait.

Perusahaan ini memasok dealer berlisensi lainnya, outlet ritel dan departemen pemerintah, termasuk Angkatan Pertahanan Selandia Baru dan polisi. Tetapi tidak memiliki toko ritel dan tidak menjual MSSA langsung ke publik.

Meskipun demikian, Komisaris Polisi menolak permohonan Clark pada April 2017 untuk mengimpor 20 MSSA dan 100 magazine dari Heckler dan Koch, sebuah pabrik senjata Jerman.

Termasuk dalam cache yang diusulkan adalah 12 senapan model MR 223, delapan senapan model MR 308, dan 100 magazine untuk senapan-senapan itu seperti dikutip dari New Zealand Herald, Sabtu (23/3/2019).

Situs web Heckler dan Koch menggambarkan MR 223 sebagai senjata yang dikembangkan untuk penggunaan militer dan mampu menembakkan 30 dalam satu putaran magazine.
(ian)
Berita Terkait
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Tersesat, Pinguin Antartika...
Tersesat, Pinguin Antartika Ini Berenang 3.000 km ke Selandia Baru
Selandia Baru Heboh,...
Selandia Baru Heboh, Kelelawar Menangkan Kontes Burung Tahunan
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Berita Terkini
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
14 menit yang lalu
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
1 jam yang lalu
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
2 jam yang lalu
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
3 jam yang lalu
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
4 jam yang lalu
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
5 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved