Rusia Sebar Pembom Strategis dan Sistem Rudal Iskander di Crimea

Selasa, 19 Maret 2019 - 15:48 WIB
Rusia Sebar Pembom Strategis...
Rusia Sebar Pembom Strategis dan Sistem Rudal Iskander di Crimea
A A A
MOSKOW - Rusia mengerahkan pembom strategis Tu-22M3 dan sistem rudal Iskander ke Crimea. Tindakan ini sebagai respon untuk anti rudal Amerika Serikat (AS) di Rumania. Penyebaran ini memungkinkan Rusia menanggapi ancaman yang datang dari wilayah Eropa.

Kepala Komite Pertahanan dan Keamanan Dewan Federasi Rusia, Viktor Bondarev mengatakan, pemasangan sistem peluncur rudal pertahanan MK-41 Amerika di Rumania menjadi tantangan serius bagi Rusia.

"Tetapi respon yang tepat sekarang telah dirumuskan, dengan Kementerian Pertahanan Rusia membuat keputusan untuk mengerahkan skuadron pembom rudal jarak jauh Tu-22M3 di Crimea, di pangkalan udara di kota Gvardeysk," ujarnya.

"Sistem rudal Rusia yang canggih, termasuk S-300 dan S-400, Buk-M2, Pantsir-S1 dan dua modifikasi Iskander (berkemampuan nuklir), juga telah ditempatkan di semenanjung itu," tambahnya seperti dikutip dari RT, Selasa (19/3/2019).

Bondarev mengungkapkan bahwa pembom Tu-22M3s di Crimea akan dimodernisasi dan dilengkapi dengan persenjataan baru dalam beberapa tahun mendatang.

"Pembaruan ini akan memungkinkan pesawat pembom itu mengirim hulu ledak ke titik mana pun di Eropa, mengenai segala jenis fasilitas anti-rudal musuh atau pertahanan udara," terang Bondarev, mantan komandan Angkatan Udara Rusia pada 2012-15.

Pernyataan Bondarev itu dibuat pada hari ketika rakyat Crimea merayakan lima tahun bersatu kembali dengan Rusia.

AS mengerahkan elemen anti-rudal di Rumania pada 2016 dan memulai pembangunan situs lain di Polandia pada tahun yang sama. Washington mengklaim bahwa itu diperlukan untuk melawan rudal balistik yang dikembangkan oleh Iran dan Korea Utara (Korut). Tetapi Rusia mengecam langkah-langkah itu sebagai ancaman besar bagi keamanan nasionalnya.

Moskow bersikeras bahwa peluncur MK-41 di Rumania dapat digunakan untuk menembakkan rudal jelajah Tomahawk jarak menengah, yang dilarang oleh Perjanjian Kekuatan Nuklir Jangka Menengah (INF), tanpa modifikasi apa pun.

Pada bulan Februari, AS mengumumkan penarikan sepihaknya dari INF, membuat Moskow tidak punya pilihan selain untuk menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian bilateral yang ditandatangani pada 1987 itu.

Washington telah berulang kali menyalahkan Rusia karena melanggar perjanjian itu, antara lain mengeluh tentang rudal jelajah 9М729 yang digunakan oleh sistem Iskander-M.

Moskow membantah klaim yang tidak berdasar itu, dengan mengatakan bahwa pernyataan Amerika diperlukan untuk mengalihkan perhatian dari ketidakpatuhan mereka terhadap perjanjian tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Gelombang Pertama Pasukan...
Gelombang Pertama Pasukan AS Tiba di Rumania
Ketegangan Meningkat,...
Ketegangan Meningkat, AS Pindahkan Skuadron F-16 dari Jerman ke Rumania
Terungkap, AS Tawarkan...
Terungkap, AS Tawarkan Rusia Cari Rudal Tomahawk di 2 Negara Ini
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Berita Terkini
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
33 menit yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
1 jam yang lalu
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
1 jam yang lalu
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
2 jam yang lalu
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
3 jam yang lalu
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved