Rudal Canggih Zircon Rusia Diklaim Bisa Bikin Pertahanan AS Jadi Debu

Senin, 18 Maret 2019 - 10:53 WIB
Rudal Canggih Zircon...
Rudal Canggih Zircon Rusia Diklaim Bisa Bikin Pertahanan AS Jadi Debu
A A A
MOSKOW - Russia 1, stasiun televisi pemerintah Rusia, menyombongkan rudal Zircon hipersonik terbaru yang diklaim akan membuat sistem pertahanan rudal Amerika Serikat (AS) menjadi debu. Misil canggih Moskow itu bisa terbang dengan kecepatan 6.000 mph.

Dalam siarannya hari Minggu (17/3/2019), televisi pemerintah tersebut mengejek militer Washington dengan nada ancaman. Misil Zircon atau Tsirkon pernah diuji terbang pada Desember lalu dan berhasil melesat dengan kecepatan 6.138 mil per jam (mph).

Keberadaan rudal itu telah lama menjadi rahasia umum di antara badan-badan intelijen AS. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin baru mengonfirmasi pada pidato kenegeraan 20 Februari lalu bahwa negaranya memang mengembangkan misil Zircon.

"AS pernah mencari dominasi global melalui program misilnya. Mereka harus meninggalkan ilusi, kami akan selalu merespons dengan respons timbal balik," kata Putin dalam pidatonya sekitar tiga minggu lalu. Putin juga mengklaim bahwa kemampuan rudal hipersoniknya tak terkalahkan.

Pengamat Rusia dan jurnalis Washington Post, Julia Davis, menuliskan apa yang disiarkan dalam program berita Russia 1 di Twitter. "Sistem pertahanan rudal AS akan berubah menjadi debu," tulis dia, mengomentari laporan tentang rudal Zircon hipersonik.

Misil itu awalnya dirancang untuk menargetkan kapal. Namun, menurut laporan Fast Company, senjata itu sekarang diyakini juga memiliki kemampuan menyerang target di darat.

Laporan berita televisi pemerintah itu disiarkan jurnalis Dmitry Kiselyov. "Pembawa acara TV negara Rusia Dmitry Kiselyov membanggakan bahwa rudal jelajah hipersonik Tsirkon mampu mengatasi sistem pertahanan rudal AS, menjadikannya tidak berarti. Orang Amerika sendiri tidak percaya akan hal itu. Layar (televisi) berbunyi; 'Sistem pertahanan rudal AS berubah menjadi debu'," tulis Davis via akun Twitter-nya, @JuliaDavisNews.

“Saya tidak bisa terlalu menekankan seberapa sering saya mendengar para pakar, politisi, dan pejabat pemerintah berpengaruh di TV Rusia mengatakan; 'Amerika bukan teman kita', 'Kami tidak ingin menjadi teman mereka', 'Mereka tidak akan pernah menjadi teman kami', lanjut Davis, yang secara teratur memantau dan melaporkan di media pemerintah Rusia. "Percayalah, mereka bersungguh-sungguh," imbuh dia.

Sementara itu, mengutip laporan Newsweek, sebuah penilaian intelijen Amerika Serikat menyimpulkan bahwa rudal hipersonik Rusia dapat dikerahkan sepenuhnya pada awal 2022 dan bahwa pertahanan AS saat ini tidak mampu menghentikannya.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa laporan "penilaian ancaman" Kantor Akuntansi Umum pemerintah AS telah menyatakan bahwa AS tidak memiliki tindakan pencegahan yang ada untuk memerangi serangan rudal hipersonik, serangan yang bahkan dapat menghasilkan hulu ledak nuklir.

Pengumuman Putin yang mengonfirmasi pengembangan rudal Zircon hipersonik itu muncul tidak lama setelah pemerintahan Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan menarik diri dari Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) 1987. Rusia juga mengikuti jejak AS dalam upaya mengakhiri perjanjian pencegah perang nuklir tersebut.
(mas)
Berita Terkait
AS Ternyata Uji Rudal...
AS Ternyata Uji Rudal Tomahawk sebelum Rusia Jajal Triad Nuklir
Rusia Terindikasi Bersiap...
Rusia Terindikasi Bersiap Uji Coba Rudal Skyfall Bertenaga Nuklir
Apa itu Perjanjian Nuklir...
Apa itu Perjanjian Nuklir New START?
Rusia Keluar dari Perjanjian...
Rusia Keluar dari Perjanjian Rudal Nuklir dengan AS, Warning Keras untuk NATO
Seteru dengan Rusia...
Seteru dengan Rusia dan China Memanas, AS Bikin Rudal Jelajah Nuklir Berbasis Laut
Rudal Nuklir Burevestnik...
Rudal Nuklir Burevestnik Rusia Dianggap Senjata Pengubah Permainan yang Usik Golden Dome AS
Berita Terkini
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
55 menit yang lalu
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
1 jam yang lalu
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
2 jam yang lalu
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
3 jam yang lalu
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
3 jam yang lalu
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved