Oposisi Inggris Gelar Aksi Solidaritas Serangan Teroris Selandia Baru

Minggu, 17 Maret 2019 - 19:02 WIB
Oposisi Inggris Gelar...
Oposisi Inggris Gelar Aksi Solidaritas Serangan Teroris Selandia Baru
A A A
LONDON - Pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn bersama dengan pendukungnya serta komunitas keagamaan di London, menggelar aksi solidaritas, sekaligus doa bersama untuk mengenag para korban serangan teroris di Selandia Baru.

Dalam pidatonya, Corbyn menyerukan diakhirinya Islamofobia global dan mengirim pesan belasungkawa, persatuan dan solidaritas kepada keluarga para korban yang terbunuh di kota Christchurch.

“Teman-teman, saya ingin mengucapkan terima kasih karena berada di sini, karena peristiwa mengerikan yang terjadi di Selandia Baru ini. Tetapi ini juga merupakan demonstrasi komunitas lokal kita di Finsbury Park. Kita berkulit hitam, kita berkulit putih, kita Muslim, kita Kristen, kita Hindu, kita dari semua penjuru dunia dan kita dari semua agama," kata Corbyn.

“Dan ketika salah satu dari kita diserang, kita semua diserang. Ketika salah satu bangunan kita diserang, kita semua diserang dan hari ini kita berdiri dalam simpati dan solidaritas terdalam dengan orang-orang di Christchurch," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (17/3).

Dia menyebut serangan di Christchurch adalah serangan Islamofobia terhadap orang-orang yang secara damai menjalankan hak mereka untuk beribadah, hak mereka untuk berkumpul.

Corbyn membuat perbandingan antara serangan tChristchurch dan serangan yang terjadi di wilayahnya pada musim panas 2017, di mana Makram Ali terbunuh ketika seorang ekstremis kanan mengemudikan mobilnya ke kerumunan umat Muslim.

Dirinya kemudian meminta seluruh komunitas di Inggris dan di seluruh dunia untuk bersatu melawan prasangka, ketakutan, dan kefanatikan. "Responsnya harus untuk saling merangkul satu sama lain dengan lebih erat daripada sebelumnya dan untuk menunjukkan kekuatan komunitas kita yang akan datang bersama," ucapnya.

Corbyn menambahkan dengan menyatakan sebagian masyarakat yang mengkambinghitamkan minoritas menciptakan pesan dan suasana kebencian dan rasisme dan mereka tidak berkontribusi apa pun kepada masyarakat selain perpecahan dan ketakutan.
(esn)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
2 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
3 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
4 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
5 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
6 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
7 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved