Dukung Aksi Teroris Selandia Baru, Pria Inggris Dicokok Polisi

Minggu, 17 Maret 2019 - 00:59 WIB
Dukung Aksi Teroris...
Dukung Aksi Teroris Selandia Baru, Pria Inggris Dicokok Polisi
A A A
LONDON - Seorang pria asal Inggris ditangkap pihak keamanan di Greater Manchester karena dituduh mendukung serangan terhadap masjid di Selandia Baru.

Pria berusia 24 tahun itu diduga telah membuat referensi dan dukungan atas peristiwa mengerikan di Christchurch, Selandia Baru, dalam sebuah postingan di media sosial. Ia ditahan karena dicurigai menyebarkan komunikasi jahat.

"Ini adalah masa yang sangat sulit bagi orang-orang. Peristiwa di Selandia Baru telah bergema di seluruh dunia. Banyak orang kaget dan khawatir," ujar seorang juru bicara polisi.

"Pada saat-saat seperti inilah, sebagai sebuah komunitas, kita berdiri bersama. Jika hukum mengizinkan dan orang-orang melewati batas, kami akan mengambil tindakan tegas, yang mungkin termasuk penangkapan dan penuntutan," imbuhnya seperti dikutip dari Metro, Minggu (17/3/2019).

Empat puluh sembilan orang tewas dalam serangan terhadap dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru oleh seorang pendung supremasi kulit putih. Brenton Tarrant (28) dari Australia, dituduh membantai lusinan jamaah dan melukai 50 lainnya saat mereka menghadiri shalat Jumat.

Dia menyiarkan langsung serangan teror di Selandia Baru dan menguraikan motif anti-imigrannya dalam sebuah manifesto yang diposting online.

Tarrant tampak membuat simbol supremasi kulit putih dengan tangan kanannya ketika ia tiba di pengadilan dengan tuduhan pembunuhan. Polisi mengatakan dakwaan lebih lanjut diperkirakan akan menyusul.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan tiga orang, termasuk Tarrant, telah ditangkap pasca serangan itu.

Orang keempat yang ditangkap pada hari Jumat, yang memiliki senjata api, tetapi dengan maksud membantu polisi, telah dibebaskan.

Baca juga: Rebut Senjata dan Usir Teroris dari Masjid, Pria Ini Jadi Pahlawan

Empat puluh satu orang terbunuh di Masjid al-Noor di Deans Avenue, Christchurch tengah, tujuh orang terbunuh di Masjid Linwood, pinggiran kota, dan satu orang meninggal di Rumah Sakit Christchurch.

Ardern mengatakan dalam konferensi pers bahwa undang-undang kepemilikan senjata api negara itu akan diubah setelah serangan mematikan itu.
(ian)
Berita Terkait
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Tersesat, Pinguin Antartika...
Tersesat, Pinguin Antartika Ini Berenang 3.000 km ke Selandia Baru
Selandia Baru Heboh,...
Selandia Baru Heboh, Kelelawar Menangkan Kontes Burung Tahunan
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Berita Terkini
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
34 menit yang lalu
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
1 jam yang lalu
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
2 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
3 jam yang lalu
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
3 jam yang lalu
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
4 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved