Sekolah Empat Lantai Runtuh di Nigeria, 100 Anak Terperangkap

Rabu, 13 Maret 2019 - 22:58 WIB
Sekolah Empat Lantai...
Sekolah Empat Lantai Runtuh di Nigeria, 100 Anak Terperangkap
A A A
LAGOS - Sebuah sekolah dasar empat lantai runtuh di Ibu Kota komersial Nigeria, Lagos. Jumlah korban tewas belum diketahui dan 100 anak-anak dikhawatirkan terperangkap di bawah puing-puing bangunan.

Para pekerja bekerja di atas puing-puing ketika ribuan orang mendatangi lokasi untuk menonton. Banyak dari mereka marah atau histeris saat polisi, ambulans, pekerja Palang Merah, truk pemadam kebakaran dan sebuah forklift mengangkat puing-puing di tengah-tengah mereka.

Penduduk mengatakan sekitar 100 anak tengah bersekolah, yang berada di tingkat atas gedung, dan delapan telah diselamatkan sejauh ini seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13/3/2019).

Seorang wartawan Reuters melihat seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun ditarik dari puing-puing, ditutupi debu tetapi tanpa luka yang terlihat, dan sorakan meledak dari kerumunan ketika anak lain ditarik keluar.

Gubernur Lagos Akinwuni Ambode mengunjungi lokasi tersebut dan mengucapkan simpatinya kepada pihak keluarga korban yang ditinggalkan, tetapi tidak mengatakan berapa banyak korban yang telah meninggal.

Seorang juru bicara untuk wilayah barat daya National Emergency Management Agency mengatakan bahwa jumlah korban belum diketahui tetapi banyak orang termasuk anak-anak diyakini terjebak.

Badan manajemen darurat Lagos mengatakan 10 orang telah diselamatkan hidup-hidup sejak para responden tanggap darurat tiba, dan sebelum yang lainnya.

Ambode mengatakan sekolah telah didirikan secara ilegal dan bangunan di daerah itu sedang menjalani uji integritas.

Bangunan itu berada di daerah Ita-faji di pulau Lagos, jantung asli kota laguna sebelum diperluas ke daratan. Warga setempat Yomi Olaniyi (42) mengatakan empat bangunan telah runtuh di daerah itu dalam beberapa tahun terakhir.

Foto Google dari gedung yang runtuh pada awal 2017 tidak menunjukkan tanda-tanda adanya sekolah di dalamnya. Lantai keempat hanya memiliki kata-kata "Villa Olulade (Mazmur 27)" yang dilukis di balkonnya.

Bangunan runtuh sering terjadi di Nigeria, di mana peraturan terkait pembangunan bangunan tidak diberlakukan dengan baik dan bahan bangunan sering di bawah standar.

Pada 2016, lebih dari 100 orang terbunuh ketika sebuah gereja ambruk di tenggara negara itu, dan di Lagos pada tahun yang sama, sebuah bangunan lima lantai runtuh, menewaskan sedikitnya 30 orang.

Sebuah sekolah terapung yang dibangun untuk menahan badai dan banjir juga runtuh di Lagos pada 2016, meskipun tidak ada korban luka yang dilaporkan.
(ian)
Berita Terkait
Jenderal Nigeria Sebut...
Jenderal Nigeria Sebut Video Aksi Protes Berdarah di Lagos Hoaks
Siapa Gwaska Dankarami?...
Siapa Gwaska Dankarami? Gembong Bandit yang Kejam dan Selalu Bersembunyi di Hutan dan Ditakuti Tentara dan Warga Nigeria
Nigeria Berusaha Pulih...
Nigeria Berusaha Pulih dari Banjir Terburuk dalam Satu Dekade
Brutal! Gerombolan Bandit...
Brutal! Gerombolan Bandit Bakar Bus, 30 Penumpang Tewas Terpanggang
Tegakkan Lockdown, Polisi-Tentara...
Tegakkan Lockdown, Polisi-Tentara Nigeria Bunuh 18 Warga
59 Orang Tewas dalam...
59 Orang Tewas dalam Serangan Simpatisan ISIS di Pelosok Nigeria
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
1 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
1 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
3 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
4 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
5 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
6 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved