Senator AS Mengaku Korban Rudapaksa Perwira Senior AU

Kamis, 07 Maret 2019 - 07:47 WIB
Senator AS Mengaku Korban...
Senator AS Mengaku Korban Rudapaksa Perwira Senior AU
A A A
WASHINGTON - Senator Amerika Serikat (AS) Martha McSally yang merupakan seorang veteran Angkatan Udara mengaku menjadi korban perbuatan asusila seorang perwira atasannya. Namun ia memilih untuk tidak melaporkannya karena ia menyalahkan dirinya sendiri dan tidak mempercayai sistem.

"Para pelaku menyalahgunakan posisi kekuasaan mereka dengan cara yang mendalam, dan dalam satu kasus saya dimangsa dan kemudian diperkosa oleh seorang perwira atasan," kata McSally dalam sidang Senat tentang penyerangan seksual di militer.

"Tapi tidak seperti begitu banyak penyintas pemberani, saya tidak melaporkan mengalami pelecehan seksual," tambahnya.

“Seperti banyak wanita dan pria, saya tidak mempercayai sistem. Saya menyalahkan diri sendiri. Saya malu dan bingung. Saya pikir saya kuat tetapi merasa tidak berdaya,” ujarnya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (7/3/2019).

Pilot tempur wanita pertama di Angkatan Udara AS itu tidak mengidentifikasi penyerangnya.

Penyerangan seksual dan pelecehan di militer AS sebagian besar tidak dilaporkan. Kasus ini baru mendapat pengawasan yang ketat dua tahun lalu setelah skandal yang melibatkan marinir yang membagikan foto telanjang wanita secara online terungkap.

"Saya tetap diam selama bertahun-tahun, tetapi kemudian dalam karir saya ketika militer bergulat dengan skandal dan tanggapan mereka yang sama sekali tidak memadai, saya merasa perlu untuk memberi tahu beberapa orang: Saya juga selamat," kata McSally di sidang dengar pendapat sub komite Angkatan Bersenjata Senat.

"Saya ngeri bagaimana upaya saya untuk berbagi secara umum pengalaman saya ditangani," ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia hampir meninggalkan Angkatan Udara setelah 18 tahun.

"Seperti banyak korban, saya merasa sistem itu memperkosa saya lagi," imbuhnya.

Juru bicara Angkatan Udara Kapten Carrie Volpe mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Kami terkejut dan sangat menyesal atas apa yang dialami Senator McSally dan kami berdiri di belakangnya serta semua korban serangan seksual. Kami teguh dalam komitmen kami untuk menghilangkan perilaku tercela ini dan pelanggaran kepercayaan pada martabat kami."

Anggota lain dari subkomite, Senator Partai Demokrat Tammy Duckworth, seorang pensiunan letnan kolonel Angkatan Darat yang kehilangan kedua kakinya dalam pertempuran dalam perang Irak, mengatakan pada sidang bahwa militer telah gagal total dalam menangani serangan seksual.

Pengungkapan McSally muncul kurang dari dua bulan setelah Senator Joni Ernst, seorang veteran Angkatan Darat, mengatakan di depan umum bahwa dia telah diperkosa di perguruan tinggi oleh seseorang yang dia kenal dan bahwa mantan suaminya telah secara fisik melecehkannya. Seorang pengacara untuk mantan suaminya menolak berkomentar pada saat itu.

Ernst, seorang politisi dari Partai Republik, di masa lalu telah bekerja dengan Senator Demokrat Kirsten Gillibrand untuk memerangi kekerasan seksual di militer.

McSally (52) adalah anggota Partai Republik dari Arizona yang telah bertugas selama dua masa jabatan di Dewan Perwakilan AS. Ia ditunjuk pada bulan Desember oleh Gubernur negara bagian untuk mengambil alih kursi Senat yang pernah dipegang oleh mendiang John McCain. Pemilihan khusus akan diadakan pada tahun 2020 untuk mengisi sisa dua tahun masa jabatan enam tahun McCain.

Dalam pemilihan kongres bulan November, McSally kalah dari politisi Partai Demokrat Kyrsten Sinema dalam kontes untuk kursi Senat Arizona lainnya, yang sebelumnya dipegang oleh Jeff Flake dari Partai Republik.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
27 menit yang lalu
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
51 menit yang lalu
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
1 jam yang lalu
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
1 jam yang lalu
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
2 jam yang lalu
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
3 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved