Putin Teken Penangguhan Rusia terhadap Perjanjian Senjata Nuklir

Selasa, 05 Maret 2019 - 08:33 WIB
Putin Teken Penangguhan...
Putin Teken Penangguhan Rusia terhadap Perjanjian Senjata Nuklir
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin telah menandatangani dekrit yang menangguhkan keikutsertaan Rusia dalam perjanjian kunci kendali senjata nuklir era Perang Dingin yang dikenal sebagai Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) 1987. Tindakan pemimpin Kremlin ini sebagai respons atas langkah serupa yang dilakukan Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin yang dikutip Reuters, Selasa (5/3/2019), Kremlin mengatakan penangguhan itu akan berlangsung sampai AS mengakhiri pelanggaran Perjanjian INF atau sampai perjanjian itu berakhir.

Pada bulan Februari, Washington memberikan pemberitahuan tentang niatnya untuk menarik diri dari perjanjian INF 1987, sebuah perjanjian yang dibuat untuk mencegah perang nuklir antara AS dan Uni Soviet.

Washington di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump mengultimatum Rusia untuk kembali mematuhi Perjanjian INF dalam waktu enam bulan.

Washington menuduh Moskow mengembangkan dan mengerahkan rudal jelajah yang melanggar ketentuan Perjanjiaan INF 1987. Perjanjian itu melarang produksi, pengujian dan penyebaran rudal balistik berbasis darat yang memiliki jangkauan antara 500 km hingga 5.500 km.

Para pejabat AS juga menyatakan keprihatinan bahwa China, yang bukan merupakan pihak dalam pakta INF, memperoleh keuntungan militer yang signifikan di Asia dengan mengerahkan sejumlah besar rudal dengan jangkauan di luar batas perjanjian itu.

Rusia membantah tuduhan AS bahwa Moskow melanggar Perjanjian INF. Sebaliknya, Moskow menuduh bahwa Washington-lah yang melanggar pakta tersebut dengan mengerahkan fasilitas pertahanan rudal di Eropa Timur yang dapat menembakkan rudal jelajah, bukan sistem pencegat rudal. Washington menolak klaim Moskow itu.

Runtuhnya perjanjian itu memicu kekhawatiran akan terulangnya krisis rudal Eropa era Perang Dingin selama 1980-an. Kala itu, AS dan Uni Soviet sama-sama mengerahkan rudal jarak menengah di benua Eropa.

Putin sebelumnya mengatakan bahwa Rusia akan berusaha mengembangkan rudal jarak menengah, tetapi tidak akan menempatkannya di bagian Eropa di negaranya atau pun di tempat lain kecuali AS melakukannya.

NATO telah mendukung keputusan AS untuk menarik diri dari pakta tersebut, tetapi banyak pemimpin Eropa telah menyuarakan kekhawatiran atas konsekuensi dari kehancuran Perjanjian INF.

Sedangkan China mendesak Rusia dan AS untuk mempertahankan perjanjian tersebut.
(mas)
Berita Terkait
10 Alasan Amerika Serikat...
10 Alasan Amerika Serikat Tawarkan Perjanjian Gencatan Senjata ke Rusia dan Ukraina
Trump Segera Temui Putin...
Trump Segera Temui Putin usai Ribut-ribut Senjata Nuklir
Lavrov: Rusia Sedang...
Lavrov: Rusia Sedang Kerjakan Perintah Putin Tentang Uji Senjata Nuklir
Trump Perintahkan AS...
Trump Perintahkan AS Uji Senjata Nuklir, Rusia Janji Bertindak Serupa
Ancaman Nuklir Vladimir...
Ancaman Nuklir Vladimir Putin Membuat Amerika Serikat Gelisah
Trump Klaim Putin Dukung...
Trump Klaim Putin Dukung Gagasan Pengurangan Stok Senjata Nuklir AS dan Rusia
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
1 jam yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
4 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
6 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
6 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
7 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
8 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved