Larang Sayap Politik Hizbullah, Iran Kutuk Inggris

Sabtu, 02 Maret 2019 - 22:50 WIB
Larang Sayap Politik...
Larang Sayap Politik Hizbullah, Iran Kutuk Inggris
A A A
TEHERAN - Iran mengutuk keputusan Inggris yang memasukkan sayap politik gerakan Hizbullah , Lebanon , sebagai organisasi terlarang. Iran menggambarkan keputusan itu sebagai keputusan yang salah dan tidak bertanggung jawab.

Inggris awal pekan ini mengatakan akan berusaha menjadikan anggota gerakan Syiah atau memberikan dukungan terhadap kelompok itu sebagai tindak kejahatan.

Keputusan itu menyusul kemarahan atas munculnya bendera Hizbullah, yang menampilkan senapan serbu Kalashnikov, pada demonstrasi pro-Palestina di London.

Baca juga: Inggris Masukkan Sayap Politik Hizbullah Dalam Daftar Teroris

"Iran menganggap Hizbullah sebagai kekuatan yang sah dan legal yang memainkan peran yang efektif dan tak terbantahkan dalam membantu stabilitas politik negaranya dan menjaga keamanannya," kata Kementerian Luar Negeri Iran di situsnya.

"(Iran) menganggap keputusan untuk menempatkan Hizbullah dalam daftar hitam terorisme adalah salah dan tidak bertanggung jawab serta salah satu yang tidak akan berkontribusi pada stabilitas dan keamanan Lebanon," sambung pernyataan itu seperti dilansir dari AFP, Sabtu (2/3/2019).

Hizbullah didirikan pada tahun 1982 selama perang sipil Lebanon dan berperang dengan Israel pada tahun 2006. Kelompok ini juga merupakan kekuatan utama dalam politik negara itu dengan memegang tiga posisi di kabinet.

Teheran adalah pendukung utama Hizbullah dan "perlawanannya" terhadap musuh besar Republik Islam itu, Israel.

Inggris memasukkan sayap militer Hizbullah ke daftar hitam pada 2008 tetapi sampai sekarang tidak melakukan tindakan apa pun terhadap sayap politiknya.

Namun, Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan pada hari Senin bahwa perbedaan antara sayap militer dan politiknya "tidak ada".

"(Keputusan) ini tidak mengubah komitmen berkelanjutan kami ke Libanon, dengan siapa kami memiliki hubungan yang luas dan kuat," katanya.

Keputusan Inggris mendapat pujian cepat dari Israel dan Amerika Serikat.
(ian)
Berita Terkait
Menjadi Sekutu Dekat...
Menjadi Sekutu Dekat Iran di Lebanon, Apakah Hizbullah Berpaham Syiah?
Musuh Bebuyutan Israel,...
Musuh Bebuyutan Israel, Ini Kekuatan Militer Hizbullah, Iran, dan Irak Jika Berkoalisi
Iran Tuding Israel Melakukan...
Iran Tuding Israel Melakukan Pembunuhan Massal dengan Meledakkan Pager Hizbullah
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Drone Hizbullah
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Logistik Siap untuk Impor Bahan Bakar Iran
Daftar Rudal Canggih...
Daftar Rudal Canggih Milik Hizbullah
Berita Terkini
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
1 jam yang lalu
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
3 jam yang lalu
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
3 jam yang lalu
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
6 jam yang lalu
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
7 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved