Ulama Turki Sebut Erdogan Telah Menghancurkan Demokrasi

Jum'at, 01 Maret 2019 - 18:32 WIB
Ulama Turki Sebut Erdogan...
Ulama Turki Sebut Erdogan Telah Menghancurkan Demokrasi
A A A
WASHINGTON - Ulama Turki yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Fethullah Gulen menuduh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menghancurkan demokrasi Turki dengan mencapai kubu kuat di negara itu, mengambil alih perusahaan-perusahaan besar, dan memberi penghargaan kepada "rekan-rekan konspiratornya".

“Erdogan telah menghancurkan demokrasi (Turki), yang merupakan kabar baik bagi Turki, dengan memiliki pegangan yang kuat pada negara, menyita perusahaan-perusahaan besar dan menghadiahi rekan-rekan konspiratornya," kata Gulen, dalam sebuah artikel yang diterbitkan di harian Prancis, Le-Monde, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Zaman, sebuah surat kabar online Turki.

Rival Erdogan itu kemudian mengatakan, warga Turki yang berada di bawah pengawasan karena alasan politik dan yang ingin meninggalkan negara itu kehilangan hak-hak dasar mereka dengan menyita paspor mereka.

"Erdogan telah mengambil keuntungan dari reputasi Turki di tingkat internasional sejak 1923, menggunakan hubungan diplomatik dan memobilisasi sumber daya negara untuk melecehkan dan menculik simpatisan di seluruh dunia," katanya, seperti dilansir Al Arabiya pada Jumat (1/3).

"Dia juga menyatakan saya musuh negara dan menuduh saya dan simpatisan saya sebagai penyebab semua kejahatan dan masalah yang terjadi baru-baru ini di Turki, untuk mempererat cengkeramannya pada kekuasaan dan mempengaruhi opini publik Turki," ungkapnya.

Erdogan menuduh Gulen, yang tidak lain adalah mantan sekutunya, berusaha menggulingkan pemerintah dan menyalahkannya karena mendalangi upaya kudeta gagal tahun 2016, yang dilakukan oleh sebuah faksi di dalam Angkatan Bersenjata Turki.

Erdogan mengatakan, Gulen menggunakan pengikutnya di pengadilan dan militer untuk mencoba dan menggulingkan pemerintah. Gulen yang telah tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania, 17 tahun membantah terlibat dalam upaya kudeta tersebut.
(esn)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
13 menit yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
1 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
3 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved